
Calon motivator Pashmina se-Kabupaten Gresik bertatap muka di pelatihan hari kedua, forum pengaderan khusus. Empat materi mereka pelajari di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik.
Tagar.co – Sebanyak 45 kader Nasyiah se-Kabupaten Gresik kembali bertatap muka. Kali ini di lantai 3 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik, Ahad (12/1/2024).
Mereka mengikuti pertemuan kedua Pelatihan Motivator Pashmina. Pashmina akronim dari Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah.
Kader berseragam Batik Khas Gresik maupun Batik Nasyiatul Aisyiyah (NA) Nasional itu memenuhi kursi yang tersedia. Mereka duduk membentuk setengah lingkaran.
Usai mempelajari dua materi di pertemuan daring pertama, di pertemuan kedua ini mereka mendapatkan empat materi. Kemudian ditutup dengan roleplay Pashmina.
Materi pertama, isu terkini kesehatan oleh Kabid Kesmas Dinkes Gresik dr. Anik Luthfiyah, M.Ked.Trop. Materi kedua, kesehatan reproduksi perspektif Islam oleh Dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) dr. M. Saiful Rizal, Sp.Og.
Materi ketiga, manajemen Pashmina oleh Sekretaris Tim Pashmina Jatim Nia Ambarwati, AMd.Kep. Materi
Keempat, komunikasi efektif oleh Anggota Departemen Kesehatan Kesehatan PDNA Gresik Ana Shofiah, A.Md.Kep., S.Pd.

Wujudkan Komitmen Kader
Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya. “Bersyukur, Yunda-Yunda punya gairah yang tumbuh, mewujudkan salah satu komitmen kader yaitu sadaqoh waktu untuk Nasyiah seminggu sekali,” ujarnya.
Fatma menyadari, satu kali itu bagian ikhtiar terkecil dalam mengambil peran dakwah di organisasi perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah. Ia meyakini, mereka bisa lebih dari sekali sepekan bernasyiah.
Dari 18 cabang yang ada di Gresik, Pelatihan Motivator Pashmina dihadiri 17 cabang. “Termasuk dari Sangkapura Bawean dengan peserta terbanyak, 4 kader. Padahal kuotanya 3 orang per cabang,” ungkapnya.
Ia meyakini ini bagian upaya mewujudkan sinergi dan kolaborasi dalam Nasyiah. Dia lalu mengabsen para peserta dari Gresik Utara. Seperti Panceng, Sidayu, Dukun, Bungah, dan Ujungpangkah. Kemudian ke Gresik Kota seperti Manyar, Kebomas, dan Gresik. Adapun dari Gresik Selatan meliputi Wringinanom, Driyorejo, Balongpanggang, Duduksampeyan, dan Benjeng.

Gerakkan Semua Departemen
Bukan hanya kegiatan Pashmina dari Departemen Kesehatan tapi juga sinergi dengan departemen yang lain yaitu salah satunya koper corner dari Departemen Pendidikan, dengan tagline ibunda berkiprah ananda bahagia dan bazar dari Departemen ekonomi.
Fatma lanjut menerangkan, pagi itu PDNA Gresik tidak hanya menggerakkan Departemen Kesehatan yang mengelola Pashmina.
“Beragam bidang kita gerakkan. Di pintu masuk ada Apuna, Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah. Cabang hadir membawa produk unggulan untuk dikenalkan di acara ini,” terangnya.
Ia menunjuk meja panjang yang di atasnya tertata produk bazar yang dijual kader Nasyiah se-Kabupaten Gresik. Anggota Departemen Ekonomi PDNA Gresik Alsalimatus Sa’diyah, S.Pd. menjaga stan dengan senyuman lebar. Pasalnya, sejak pagi, peserta menyerbu beragam produk.
Kemudian, Fatma juga menunjuk di ujung lainnya ada Koper Corner. “Di sana menyediakan mainan dan buku edukasi untuk anak-anak,” ungkapnya. Koper Corner ini merupakan program kerja Departemen Pendidikan PDNA Gresik.
Pengaderan Khusus
Kata Fatma, forum pagi itu merupakan perkaderan khusus untuk calon motivator Pashmina. Pasalnya, Nasyiah menyoroti bagaimana dampak teknologi bagi kesehatan generasi penerus, para remaja.
“Pashmina memberikan edukasi bagi kader Nasyiah secara umum, maupun masyarakat di sekitar kita sehingga kita punya peran edukasi, membawa keluarga tangguh ekonomi, kesehatan, dan intelektual,” tuturnya.
Perempuan asli Lamongan ini juga menegaskan NA sebagai Family Learning Center. “Belajar bagaimana menyiapkan generasi unggul, generasinya kader Nasyiah,” katanya.
Ia mengingatkan, ini bagian dari usaha menyiapkan generasi yang pandai dan sehat fisik. Sebagaimana pesan Al-Qur’an at-Tahrkm ayat 6 untuk senantiasa mengikhtiarkan yang terbaik untuk keluarga. “Yaa ayyuhalladzina amanu ku anfusakum waahlikum naro,” ujarnya.

Ketangguhan dari Keluarga
Dalam sambutannya, Ketua PDM Gresik M. Thoha Mahsun, S.H.I., M.HES berharap, dari adik-adik NA muncul kader penerus. Thoha menyadari, ketangguhan itu dasarnya dari keluarga.
“Kalau keluarga kuat, masyarakat sekitar juga kuat,” ungkapnya.
Ia lalu mengenalkan ungkapan, “Al ummu madrosatun. Ibu itu sekolah bagi keluarganya.”
Kemudian, ia mengajarkan doa yang dahsyat. Allah pasti mengabulkan jadi nyata. “Pertama, ya Allah berikan kepada saya ilmu yang manfaat. Bisa bermanfaat pada lingkungan sekitar,” tuturnya.
“Kedua, ya Allah berikan kepada hambamu ini pasangan hidup yang baik. Kalau nanti sudah pantas, Allah mendatangkan pasangan hidup yang baik dalam hal apapun,” lanjutnya.
Menurut Thoha, sepuluh komitmen NA yang mereka bacakan di awal pembukaan, semuanya baik. “Jika itu diamalkan jadi bekal hidup kita menghadap Allah,” katanya.
“Kalau sudah menolong agama Allah dan dasarnya tauhid, ikut NA gak boleh baperan dan rasan-rasan. Jadi misalkan mau berbuat gak baik, ingat kita umat Nabi Muhammad,” pesannya kemudian membuka acara dengan basmalah. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












