
Tak sekadar seremoni kelulusan, Akhirusanah SMA Muhammadiyah 1 Jombang tahun ini menghadirkan talkshow hangat antara sekolah, siswa, dan wali murid yang penuh refleksi dan apresiasi.
Tagar.co — SMA Muhammadiyah 1 Jombang (Smamsajo) Jawa Timur, menghadirkan nuansa berbeda dalam gelaran Akhirusanah Tahun Pelajaran 2025/2026 melalui konsep talkshow interaktif bertajuk “Dialog Penyerahan dan Terima Kasih”.
Inovasi tersebut menjadi daya tarik utama dalam acara pelepasan siswa kelas XII yang berlangsung di Aula Bung Tomo, Loka Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang.
Baca juga: Expo Campus 2026 di SMAM 1 Jombang, 20 PTN–PTS Buka Akses Masa Depan Siswa
Rangkaian acara dibuka dengan kirab megah dari paskibra Smamsajo. Para pimpinan sekolah bersama siswa kelas XII kemudian diarak dengan iringan tiga penari Remo Boletan sebagai cucuk lampah, menghadirkan sentuhan budaya khas Jombang yang memperkuat suasana sakral sekaligus meriah.
Menariknya, seluruh prosesi dipandu oleh Master of Ceremony dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris.
Di tengah rangkaian prosesi tersebut, Smamsajo menghadirkan gebrakan baru melalui talkshow bertajuk “Dialog Penyerahan dan Terima Kasih”. Sesi ini menjadi ruang refleksi antara sekolah, orang tua, dan siswa atas perjalanan pendidikan selama tiga tahun terakhir.
Kehangatan dialog mulai terasa ketika perwakilan wali murid, Ana Hidayati, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada para guru Smamsajo.
“Saya sempat berpikir, bisa tidak anak saya beradaptasi di lingkungan ini. Namun hari ini, seluruh kekhawatiran itu sudah lunas. Terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu guru SMA Muhammadiyah 1 Jombang yang telah membimbing karakter anak kami dengan penuh kesabaran,” tuturnya.
Suasana talkshow kemudian semakin emosional saat perwakilan siswa mengungkapkan bahwa Smamsajo bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua yang menjadi tempat bertumbuh, berbagi cerita, hingga saling menguatkan dalam suka maupun duka.
Nuansa haru mencapai puncaknya pada prosesi sungkem kepada orang tua. Tradisi tersebut menjadi simbol penyerahan kembali siswa kepada keluarga setelah sekolah menuntaskan amanah pendidikan dan pembinaan karakter.
Tak berhenti pada sesi reflektif, Akhirusanah Smamsajo juga menampilkan medley kolaborasi dari berbagai ekstrakurikuler. Atraksi gagah paskibra berpadu dengan gerak heroik Tari Remo Boletan khas Jombangan, dilanjutkan penampilan seni dan ganda putri Tapak Suci, hingga aksi energik Taekwondo Smamsajo. Panggung Bung Tomo pun berubah menjadi ruang unjuk bakat bagi para talenta muda Smamsajo.
Penampilan kolaboratif tersebut turut mendapat apresiasi dari Pengawas SMA Muhammadiyah 1 Jombang, Kusumanung Utami, S.Pd., M.AP.
“Akhirusanah tahun ini membawa angin segar. Kita masih memiliki segudang talenta siswa yang dapat terus dieksplorasi sebagai upaya membawa SMA Muhammadiyah 1 Jombang kembali berjaya,” ujarnya. (#)
Jurnalis Elsa Fatimaturrosida Penyunting Mohammad Nurfatoni








