Feature

Melatih Nyali di Atas Tali: Keseruan Siswa Mugeb Outbound di Applesun

60
×

Melatih Nyali di Atas Tali: Keseruan Siswa Mugeb Outbound di Applesun

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti outbound di Batu guna melatih keberanian, kekompakan, dan kemandirian melalui berbagai wahana ekstrem yang menantang adrenalin mereka.
Siswa Mugeb menjaga keseimbangan dan melatih keberanian saat outbound. (Ilmi Zahrotin Faidzullah A.)

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti outbound di Batu guna melatih keberanian, kekompakan, dan kemandirian melalui berbagai wahana ekstrem yang menantang adrenalin mereka.

Tagar.co — Gemuruh tawa dan sorak-sorai memecah kesunyian udara sejuk di Applesun, Kota Batu, pada Rabu, 29 April 2026. Sebanyak 165 siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) Gresik memadati area tersebut untuk mengikuti kegiatan luar ruang (outbound). Mengusung misi pembentukan karakter dan keberanian, para siswa memulai petualangan mereka sejak fajar menyingsing.

Perjalanan bermula dengan doa bersama di lapangan timur sekolah. Alam seolah memberikan restu istimewa saat dua lengkung pelangi menghiasi langit, mengiringi laju tiga bus rombongan menuju dataran tinggi Kota Batu, Jawa Timur. Fenomena alam ini sontak memantik decak kagum para peserta yang jarang melihat keindahan tersebut secara langsung.

“Baru pertama kali ini aku lihat pelangi, bagus sekali!” seru Raihan Kamil, siswa kelas III Brunei Darussalam, dengan mata berbinar-binar sepanjang perjalanan.

Sesampainya di lokasi, panitia langsung mencairkan suasana dengan sesi ice breaking. Para instruktur membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok unik dengan nama hewan, mulai dari Tim Singa yang perkasa hingga Tim Bebek yang ceria.

Baca Juga:  Mugeb Primary School Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA

Strategi tersebut terbukti ampuh membangkitkan semangat kompetisi yang sehat di antara mereka. Adrenalin mulai terpacu saat Tim Kucing, Singa, Sapi, Ayam, dan Kambing bersiap menjajal wahana ketinggian yang telah menanti di hadapan mata.

Ada Jembatan Shiratal Mustakim

Satu per satu siswa menantang diri meniti Jembatan Shiratal Mustakim. Wahana ini berupa titian tali sempit yang menuntut keseimbangan ekstra dan konsentrasi tinggi.

Tak hanya itu, mereka juga harus merayap di jaring laba-laba raksasa sebelum mencapai puncak tantangan: flying fox. Pada wahana ini, para siswa harus meluncur bebas dari ketinggian, membelah udara pegunungan yang dingin.

“Kegiatan paling seru itu flying fox! Aku suka ketinggian karena rasanya menantang adrenalin,” ungkap Nadhira Zaafarani Ananta dengan penuh semangat setelah kakinya kembali memijak bumi.

Senada dengan Nadhira, Pramudya Ajisaka dari kelas III Arab Saudi mengaku ketagihan meluncur di angkasa. Baginya, sensasi kebebasan saat bergelantung di tali baja memberikan kepuasan tersendiri yang tidak ia temukan di dalam ruang kelas. Keberanian para siswa ini menjadi bukti, batasan rasa takut bisa mereka lampaui dengan pendampingan yang tepat.

Baca Juga:  Di Balik Busur dan Doa Ibu: Keteguhan Nabilah Memanah di Arena 20 Meter

Sementara sebagian siswa bertarung dengan ketinggian, tim lain berjibaku dalam kompetisi darat yang tak kalah seru. Mereka memainkan transfer karet untuk melatih kesabaran dan kerja sama tim.

Ada pula Color Sorting Race. Inilah ajang adu cepat mengelompokkan bola sesuai warna yang menguji ketangkasan fisik. Terakhir, permainan Tiup Gelas Tali yang memaksa para siswa mengasah konsentrasi dan kontrol napas secara presisi agar gelas tetap berada pada jalurnya.

Baca Juga: Mugeb Primary School Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA

Basah Kuyup di Batu Wonderland

Petualangan para siswa Mugeb Primary School tidak berhenti pada aktivitas fisik di darat dan udara. Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Batu Wonderland untuk melepas lelah. Di sana, para siswa langsung menyerbu kolam renang yang memiliki seluncuran raksasa berbentuk gurita. Air pegunungan yang segar menjadi penawar letih setelah seharian beraktivitas di bawah terik matahari yang mulai menyengat.

Pihak sekolah menerapkan aturan ketat untuk menjaga kenyamanan dan etika. Panitia memisahkan area berenang antara siswa laki-laki dan perempuan. Sebanyak sepuluh guru pendamping (ustaz dan ustazah) mengawasi setiap pergerakan siswa di sekitar kolam renang untuk memastikan keamanan tetap terjaga.

Baca Juga:  Empat Nakhoda Sekolah Muhammadiyah GKB Ikuti Kajian Ramadan PWM Jatim

Kegiatan ini sejatinya bukan sekadar tamasya atau rekreasi biasa. Sekolah merancang agenda ini sebagai sarana penggemblengan ketangguhan mental bagi para siswa. Melalui interaksi langsung dengan alam dan tantangan fisik, siswa belajar untuk mandiri dan tidak mudah menyerah. Petualangan di Applesun ini sukses mengukir senyum sekaligus menanamkan mental baja di hati para generasi pemenang masa depan dari Mugeb. (#)

Jurnalis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Penyunting Sayyidah Nuriyah