Feature

Empat Nakhoda Sekolah Muhammadiyah GKB Ikuti Kajian Ramadan PWM Jatim

65
×

Empat Nakhoda Sekolah Muhammadiyah GKB Ikuti Kajian Ramadan PWM Jatim

Sebarkan artikel ini
Empat nakhoda sekolah Muhammadiyah GKB. (Tagar.co/Istimewa)

Empat nakhoda sekolah Muhammadiyah GKB menghadiri Kajian Ramadan PWM Jatim di Jember untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian bumi melalui nilai ekoteologi dan tanggung jawab sebagai khalifah Allah.

Tagar.co — Pagi masih cerah ketika empat nakhoda pendidikan dari Muhammadiyah GKB Gresik berkumpul di titik temu SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, Jawa Timur. Jam digital menunjukkan pukul 07.00 WIB pada Sabtu, 21 Februari 2026. Mereka bersiap menempuh perjalanan spiritual menuju Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember guna menghadiri hajatan besar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur: Kajian Ramadan 1447 H.

Rombongan ini membawa misi penting. Empat pimpinan sekolah yang bernaung di bawah MGKB Schools—SD Muhammadiyah GKB 1 (Mugeb), SD Muhammadiyah GKB 2 (Berlian), SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), dan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio)—sepakat, pendidikan masa kini tidak boleh buta terhadap isu lingkungan. Tema kajian yang mereka ikuti, “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan,” bukan sekadar slogan di atas spanduk, melainkan panggilan jiwa untuk menyelamatkan bumi.

“Kajian ini menegaskan bahwa sebagai khalifah, kita bertanggung jawab menjaga bumi. Kepedulian terhadap alam adalah bagian dari iman dan amanah yang harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, M.Pd.

Baca Juga:  Saijan: Pendidikan Bukan Jalur Instan

Ia menekankan, ibadah tidak boleh berhenti di atas sajadah, melainkan harus menyentuh ranah sosial dan ekologis.

Baca Juga: Kajian Ekoteologi Berbuah Aksi: Bibit Pohon, Umrah, dan Bantuan Masjid di Jember

Membumikan Iman lewat Pendidikan Karakter

Langkah empat Kepala MGKB Schools di Jember menjadi bukti sahih bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah di GKB Gresik ini serius menggarap isu lingkungan. Kepala SD Muhammadiyah GKB 1, Fony Libriastuti, M.Si., memiliki pandangan tajam soal pendidikan dasar. Menurutnya, anak-anak harus mengenal cinta lingkungan sejak dini agar mereka memahami bahwa merawat pohon sama mulianya dengan menjalankan rukun Islam lainnya.

“Anak-anak perlu membiasakan diri mencintai lingkungan sebagai bagian dari ibadah. Spirit kekhalifahan harus hadir dalam program nyata di sekolah,” tegas Fony.

Senada dengannya, Kepala SD Muhammadiyah GKB 2, Farikha, S.Pd., menyoroti, perubahan besar selalu bermula dari keteladanan seorang pemimpin. Baginya, ekoteologi adalah sebuah panggilan aksi yang mendesak untuk segera terlaksana di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Ain Nurwindasari, S.Th.I., MIRKH., Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba Spemdalas, melihat urgensi pengintegrasian nilai-nilai hablum minal bi’ah (hubungan dengan alam) dalam kurikulum.

Baca Juga:  Smamio Torehkan Empat Medali di Olympicad Makassar

“Nilai ini perlu masuk dalam pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah kekhalifahan yang sangat relevan dengan penguatan karakter siswa kami,” jelas Ain.

Kehadiran para pimpinan ini harapannya menjadi tonggak baru bagi MGKB Schools dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berkemajuan, tetapi juga berkesadaran ekologis demi masa depan yang lebih hijau. (#)

Jurnalis Ain Nurwindasari Penyunting Sayyidah Nuriyah