Feature

Murajaah Pagi, Napas Generasi Qurani MI Mutwo Campurejo

41
×

Murajaah Pagi, Napas Generasi Qurani MI Mutwo Campurejo

Sebarkan artikel ini
Siswi-siswi MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik sedang murajaah Juz Amma di Musala Al-Madinah, sebagai bagian dari pembiasaan harian membangun generasi Qurani. (Tagar.co/Lina Mudliyanah)

Suara lantunan Al-Qur’an para siswa MI Muhammadiyah 2 Campurejo berpadu dengan angin laut Panceng, menciptakan suasana teduh yang menumbuhkan generasi Qurani di pesisir Gresik.

Tagar.co – Kamis pagi (13/11/2025), udara pesisir utara Campurejo terasa sejuk. Sinar mentari baru saja menyentuh atap madrasah ketika suara merdu anak-anak mulai terdengar dari arah Musala Al-Madinah yang berdiri megah di tengah kompleks MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik,

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, berpadu dengan desir angin laut yang berembus dari kejauhan. Suara polos para siswa itu terdengar indah, seolah mengalirkan kedamaian ke seluruh penjuru madrasah.

Orang-orang yang melintas di jalan depan sekolah pun kerap berhenti sejenak, tertegun mendengar gema murojaah yang menyapa pagi.

Baca juga: Pagi yang Hangat di MI Mutwo: Menanam Adab sejak Langkah Pertama

Setiap Kamis, sebelum pelajaran dimulai, para siswa berkumpul di musala untuk murajaah surat-surat dari Al-Quran Juz 30. Mereka melantunkan hafalan bersama-sama setelah salat Duha berjemaah yang dimulai pukul 06.30 WIB.

Baca Juga:  Belajar dari Tetesan Air: Pesan Ketekunan di Pondok Ramadan MI Mutwo

Suasana musala yang tenang dan udara pagi yang segar membuat kegiatan ini terasa khusyuk sekaligus menenteramkan.

Usai murajaah, kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum madrasah dimulai pukul 07.00 WIB di ruang kelas masing-masing. Transisi dari lantunan ayat suci menuju pelajaran formal berjalan alami, seolah mengingatkan bahwa setiap ilmu yang dipelajari bersumber dari keberkahan Al-Qur’an.

Para siswisMI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik, sedang murajaah Juz Amma di Musala Al-Madinah, sebagai bagian dari pembiasaan harian membangun generasi Qurani. (Tagar.co/Lina Mudliyanah)

Pembiasaan Harian

Menurut Nurkhan, Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo, kegiatan murajaah ini merupakan bagian dari pembiasaan harian yang telah mengakar di madrasah.

“Setiap hari anak-anak kami biasakan membaca Juz 30 di kelas. Namun khusus hari Kamis, kami kumpulkan di musala untuk murojaah bersama. Suasananya lebih khusyuk, dan anak-anak bisa saling menyemangati,” ujarnya dengan senyum bangga.

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan saat yang dinanti-nanti. Sultan Al-Fatih, siswa kelas enam, menuturkan dengan wajah ceria,

“Saya senang murojaah di musala karena bisa bareng teman-teman dan jadi lebih hafal. Kalau lupa, teman sebelah suka bantu nyontohin,” katanya polos.

Baca Juga:  Merajut Harmoni Lintas Generasi: Spirit Idulfitri dalam Manajemen Madrasah

Sementara itu, dua guru pembimbing tahfiz, Ali Fatoni dan Moh Ayub, menjelaskan bahwa murojaah bersama juga membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.

“Awalnya banyak yang malu atau takut salah. Tapi karena rutin dan dilakukan bersama, mereka jadi lebih berani dan lancar. Sekarang anak-anak malah saling berlomba siapa yang paling hafal,” jelasnya.

Setiap Kamis pagi, Musala Al-Madinah seolah menjelma menjadi taman surga kecil. Suara lantunan Al-Qur’an bergema, menembus dinding kelas, mengalun hingga halaman sekolah, bahkan terdengar sampai jalan raya di depan madrasah.

Kegiatan sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa semangat membangun generasi Qurani terus hidup di MI Muhammadiyah 2 Campurejo. Di madrasah kecil di pesisir utara Gresik ini, Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi juga dihayati, dijaga, dan dijadikan napas kehidupan setiap pagi. (#)

Jurnalis Lina Mudliyanah Penyunting Mohammad Nurfatoni