
Puluhan siswa SD Muri Kebomas tetap bersemangat di tengah puasa dengan mengikuti gim Sambung Ayat Berantai. Metode murajaah berbasis gim ini sukses menguji hafalan sekaligus menumbuhkan cinta Al-Qur’an sejak dini.
Tagar.co — Meski sedang menjalankan ibadah puasa, semangat siswa SD Muhammadiyah 1 (Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, tak surut. Mereka justru tampil antusias mengasah kemampuan religius melalui kegiatan spesial menyambut Ramadan.
Baca juga: Dari Botol Bekas Jadi Lentera, PKDA SD Muri Tanamkan Cahaya Akhlak
Pada Kamis (26/2/2026), suasana lapangan SD Muri mendadak riuh penuh keceriaan. Puluhan siswa kelas I, II, dan III berkumpul mengikuti perlombaan unik bertajuk Gim Sambung Surat Berantai.
Metode Seru Menjaga Hafalan
Kegiatan ini bukan sekadar permainan. Pihak sekolah sengaja mengemas metode murajaah (mengulang hafalan) dalam bentuk kompetisi yang menyenangkan. Tujuannya untuk memotivasi siswa agar konsisten menjaga hafalan Al-Qur’an tanpa merasa terbebani.
Dipandu Dita Rahmania, S.Pd., perlombaan berlangsung dinamis. Satu per satu siswa berusaha menyambung potongan ayat yang dibacakan temannya dengan tangkas. Hebatnya, meski berpuasa, para siswa tampak segar dan tidak menunjukkan tanda kelelahan.
Salah satu peserta dari kelas 1 Ahmad Dahlan, Kayra Shaqina, mengaku sangat menikmati permainan tersebut. Dengan wajah berseri, ia menghampiri gurunya usai kegiatan.
“Seru banget, Ustazah, gim-nya. Tadi bikin saya ingat lagi hafalan-hafalan yang sudah saya pelajari,” ujar Kayra ceria.

Uji Ketepatan Ibadah lewat Praktik Salat
Kegiatan tidak berhenti di lapangan. Setelah lomba, para siswa melanjutkan agenda praktik salat di kelas masing-masing dengan pendampingan wali kelas.
Setiap siswa diminta mempraktikkan gerakan dan bacaan salat secara bergantian. Wali kelas menyimak dengan teliti setiap detail, mulai dari takbiratul ihram hingga salam. Kefasihan bacaan juga menjadi perhatian utama.
“Kami ingin memastikan setiap anak sudah melaksanakan salat dengan benar sesuai syariat. Mumpung di bulan Ramadan, ini waktu terbaik untuk memantapkan ibadah mereka,” ungkap Nurul Ainia Rachmayuni, S.Pd., wali kelas III KH Ahmad Badawi.
Menanamkan Karakter Qurani Sejak Dini
Program game sambung surat dan praktik salat ini terbukti efektif menjadi magnet bagi siswa kelas rendah untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan ibadah.
Melalui pembiasaan yang menyenangkan, SD Muri berharap hafalan Al-Qur’an dan salat tidak dipandang sebagai beban pelajaran, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian.
Dengan fondasi sejak dini, sekolah menargetkan lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Qurani dan tertib beribadah. (#)
Jurnalis Mila Sopia Penyunting Mohammad Nurfatoni












