Feature

SD Mumtas Menempa Karakter Pemimpin Cilik di Telogo Sewu

43
×

SD Mumtas Menempa Karakter Pemimpin Cilik di Telogo Sewu

Sebarkan artikel ini
Kepala SD Mumtas Surabaya M. Khoirul Anam, memberikan sambutan dalam upacara pembukaan kemah Hizbul Wathan yang diikuti siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 di Telogo Sewu Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa 11 November 2025. (Tagar.co/Ilham O.)

225 siswa SD Mumtas mengikuti perkemahan Hizbul Wathan di Telogo Sewu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Mereka menyiapkan tenda, memasak, dan tampil kreatif. Kegiatan ini melatih disiplin, kemandirian, dan kerja sama generasi pemimpin cilik.

Tagar.co – Pagi di kawasan Telogo Sewu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, diselimuti udara sejuk dan rindangnya pepohonan.

Anak-anak SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) mulai menyiapkan tenda, membawa peralatan, dan saling membantu satu sama lain.

Saat kegiatan itu berlangsung, gelak tawa mereka perlahan pecah, menambah semarak pagi di Telogo Sewu yang menandai dimulainya perkemahan Hizbul Wathan selama dua hari satu malam, Selasa–Rabu, 11–12 November 2025.

Baca juga: Menanamkan Akhlak Mulia sejak Dini lewat Tadarus Keliling SD Mumtas

Kegiatan bertajuk “Disiplin dalam Kepemimpinan, Bertanggung Jawab dalam Kemandirian, dan Sopan dalam Beretika” ini menjadi momen berharga untuk membentuk karakter Generasi Qurani Mumtas.

Sebanyak 23 sarang alias kelompok tampak antusias mendirikan tenda, memasak bersama, dan menjalani berbagai aktivitas kepanduan. Bagi sebagian anak, ini adalah pengalaman pertama tidur di alam terbuka. Namun, wajah ceria dan gelak tawa mereka menunjukkan satu hal: semangat untuk belajar mandiri.

Baca Juga:  Kwarwil HW Jatim Konsolidasi Kader di Kota Kediri
Para pandu Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 10 Surabaya saling bergotong royong  mendirikan kemah di Telogo Sewu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa 11 November 2025. (M. Khoirul Anam/Tagar.co)

Sebagai kepala sekolah, saya yang mendampingi sejak awal merasa bangga. Perkemahan ini bukan sekadar tidur di tenda atau bermain di alam terbuka.

Banyak nilai yang bisa dipetik: melatih kemandirian, kerja sama, membentuk karakter tangguh seperti Jenderal Soedirman yang juga kader Hizbul Wathan, dan belajar memahami ayat-ayat kauniyah—melihat kebesaran Allah lewat alam ciptaan-Nya,” ujarnya.

Di sela kegiatan, para peserta belajar materi kepanduan Hizbul Wathan, mulai dari baris-berbaris, tali-temali, hingga jelajah alam. Malam harinya, suasana hangat muncul lewat pentas seni antarsarang. Lagu, tari, senam sehat, dan drama sederhana mereka tampilkan dengan kreativitas yang memukau, menambah keceriaan di tengah udara dingin perkemahan.

Suasana malam pentas seni dan adu kreativitas pandu Hizbul Wathan, menari, senam kreatif, sampai drama lucu dilaksanakan di aula Telogo Sewu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, (M. Khoirul Anam/Tagar.co)  (Tagar.co/M. Khoirul Anam)

Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan fisik, tetapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual. Para pembina terus mengingatkan pentingnya disiplin, sopan santun, dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok.

“Anak-anak belajar bahwa menjadi pemimpin tidak cukup hanya memberi perintah, tetapi juga harus memberi teladan. Dan itu mereka rasakan langsung di lapangan,” kata Zainun Ni’mah, Kaur Kesiswaan.

Baca Juga:  Mumtas Festival 2026: Enam Dekade Mengabdi dengan Hati

Saat siang hari kedua, para peserta berdiri tegak mengikuti upacara penutupan dengan wajah penuh kebanggaan. Meski lelah, mereka membawa pulang pengalaman berharga: kebersamaan, kemandirian, dan cinta terhadap alam.

Perkemahan Hizbul Wathan SD Mumtas di Telogo Sewu bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan perjalanan kecil menuju cita-cita besar—mencetak generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika, sesuai nilai-nilai Hizbul Wathan yang diwariskan para pendahulu bangsa. (#)

Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni