
Mereka datang bukan sekadar menabuh drum, tapi menyalakan imajinasi. Marching Band Surya Symphony Spemudas dari SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, Lamongan, memadukan musik, kostum, dan semangat santri hingga meraih Juara Umum III Nasional dalam ajang WBL Marching Competition 4 di Wisata Bahari Lamongan.
Tagar.co – Debur ombak dan semilir angin laut di kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL) berubah menjadi irama meriah ketika dentuman musik perkusi berpadu dengan warna-warni kostum para peserta drumben.
Sepanjang akhir pekan, Sabtu–Ahad (1–2/11/2025), halaman WBL disulap menjadi panggung kreativitas dalam ajang WBL Marching Competition 4 (WMC4) yang diikuti peserta dari berbagai daerah lintas provinsi.
Baca juga: Spemudas Paciran Gelar Seleksi Pandualas, 100 Siswa Berebut Jadi Duta Kepanduan
Di antara ratusan penampil, Surya Symphony Spemudas dari SMP Muhammadiyah 12 (Spemudas) Sendangagung, Paciran, Lamongan, tampil mencuri perhatian.
Dengan tema Dracula’s Symphony Showdown, penampilan mereka tak hanya memukau juri, tapi juga menggetarkan ribuan penonton. Tak heran, Spemudas berhasil membawa pulang gelar Juara Umum III Tingkat Nasional.
Kostum Drakula, Simbol Keberanian dan Kreativitas
Penanggung jawab drumben Spemudas, A’an Agustian, S.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan kostum Drakula bukan tanpa alasan.
“Kali ini drumben Spemudas memilih kostum Drakula untuk memberi nuansa kreatif, unik, dan berbeda dari penampilan lainnya,” ujar A’an.
Warna hitam yang dominan tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi simbol keberanian, kekompakan, dan nilai artistik. Tokoh Drakula, lanjutnya, dikenal memiliki karakter kuat dan misterius yang dimaknai sebagai lambang semangat pantang menyerah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa drumband tidak identik dengan musik dan barisan semata, tetapi juga menjadi wadah ekspresi seni yang kreatif dan imajinatif,” imbuhnya.
133 Santri Tampilkan Simfoni Keberanian
Dengan formasi 133 personel, seluruhnya siswa Spemudas sekaligus santri Al Ishlah, penampilan Surya Symphony Spemudas tampil penuh energi di bawah komando mayoret Jeevan Alkhalifi (kelas 7D) dan Gitapati Jazzy Ilham Hamid (kelas 9D).
Suara pukulan drum, tiupan terompet, dan gerakan serempak mereka seolah membentuk simfoni di tepi laut. Penonton tak henti-hentinya bertepuk tangan dan mengabadikan momen itu lewat gawai.
A’an menuturkan, capaian ini bukan hasil instan. Latihan dilakukan setiap hari di tengah padatnya kegiatan belajar.
“Anak-anak sempat kelelahan, tapi semangat mereka luar biasa. Semua kerja keras itu terbayar ketika diumumkan sebagai juara umum III nasional,” katanya penuh syukur.

Musik sebagai Dakwah
Bagi para santri Spemudas, drumben bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga media dakwah. Mereka belajar disiplin, bekerja sama, dan menyalurkan semangat Islam melalui musik yang estetis dan membangkitkan energi positif.
“Para santri bukan hanya mahir mengaji, tapi juga mampu mengekspresikan nilai-nilai Islam lewat karya seni yang indah dan mendidik,” kata A’an.
Deretan Prestasi di WMC4 2025
Selain juara umum, Surya Symphony Spemudas juga memborong berbagai penghargaan lainnya pada kategori Elektrik Senior dan Konser Elektronik Class, antara lain:
-
Juara Umum 3 WBL Marching Competition Divisi Konser Senior
-
Juara 1 Elektrik Senior Street Parade
-
Juara 1 Konser Senior Elektronik Class (Putra)
-
Juara 2 Konser Senior Elektronik Class (Putri)
-
Juara 1 Analisis Musik Street Parade Elektrik Senior
-
Juara 1 Analisis Musik Konser Senior Elektrik
-
Juara 1 Visual Effect Street Parade Elektrik Senior
-
Juara 1 Color Guard Konser Elektrik
-
Juara 1 Visual Effect Konser Senior Elektrik
-
Juara 1 Color Guard Street Parade Elektrik Senior
-
Juara 2 Visual Effect Konser Senior Elektrik
-
Juara 2 Color Guard Konser Senior Elektrik
-
Juara 3 Music Analysis Konser Senior Elektrik
-
The Best Field Commander Senior Elektrik (#)
Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni












