
Bukan tari saman biasa. Di bawah langit malam Cerme, satu penari Smamdela meluncur dari lantai dua gedung sekolahnya sebelum 69 rekannya menyambut dengan gerak serempak dan irama yang menghentak.
Tagar.co – Sorak tepuk tangan penonton membahana di halaman Perguruan Muhammadiyah Cerme, Sabtu malam (11/10/2025). Di bawah langit yang cerah, 70 siswi SMA Muhammadiyah 8 Cerme (Smamdela) berhasil menghentakkan panggung kehormatan dengan penampilan tari saman yang penuh energi dan harmoni.
Dari kejauhan, sorot lampu menyorot ke arah gedung dua lantai Smamdela. Tiba-tiba, Elvareta Raelana, siswi kelas XII-2, muncul meluncur dari lantai dua dengan gerakan anggun sebelum bergabung dengan barisan rekan-rekannya yang duduk rapi di depan para tamu undangan. Begitu aba-aba dilontarkan, hentakan ritmis mulai terdengar — cepat, teratur, dan memukau.
Baca juga: MTQ Ke-5 PDM Gresik Dibuka dengan Aksi Memukau Dua Tim Drumben
Gerakan tangan yang selaras, tepukan dada yang bertenaga, dan pantulan irama yang menggema membuat penonton terpaku. Tari saman, warisan budaya Aceh yang sarat nilai kebersamaan, kembali membuktikan daya magisnya. Malam itu, tepuk tangan membahana menjadi bukti bahwa tradisi ini tak pernah lekang dimakan waktu.
“Beberapa hari sudah latihan, tapi yang intens mulai Rabu kemarin,” ungkap Mely Tri Otavia, wali kelas X-C yang mengirim sembilan siswi ikut dalam tim saman. Ia tak menyembunyikan kebanggaannya ketika para siswi tampil sempurna di depan ribuan pasang mata.
“Anak-anak luar biasa. Apalagi kelas X, ini penampilan perdana mereka di ajang sebesar ini,” ujarnya.

Doa Terkabul
Sebelumnya, Kepala Sekolah Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., telah memberikan surat mandat kepada 70 siswi untuk tampil mewakili sekolah di pembukaan MTQ Ke-5 PDM Gresik. Mandat itu disambut dengan semangat tinggi oleh para siswi yang kemudian menghabiskan sore demi sore untuk berlatih gerakan demi gerakan hingga benar-benar padu.
Menjelang tampil, suasana sempat tegang. Dalam grup WhatsApp wali murid, Mely sempat menulis pesan singkat, “Bismillah, mohon doanya bapak ibu, anak-anak dilancarkan untuk acara pembukaan MTQ PDM Kabupaten Gresik.”
Pesan itu dijawab oleh para orang tua dengan doa dan semangat. “Semoga tetap sehat dan lancar,” tulis Urip Santoso, ayah dari salah satu penari.
Doa itu terkabul. Begitu musik dimulai, seluruh pandangan tertuju pada barisan siswi Smamdela yang tampil dengan disiplin dan percaya diri. Tak sedikit hadirin yang mengabadikan momen dengan kamera ponsel, menikmati tiap detik dari pertunjukan yang menggetarkan malam.
“Alhamdulillah, senang sekali melihat anak-anak bisa tampil maksimal,” ujar Mely usai acara. “Mereka belajar bukan hanya menari, tapi juga tentang kekompakan, tanggung jawab, dan kebanggaan menjadi bagian dari Smamdela.”
Penampilan tari saman itu bukan sekadar hiburan pembuka, melainkan simbol semangat generasi muda Muhammadiyah: disiplin, bekerja sama, dan mencintai tradisi bangsa. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












