Feature

Dua Warna, Dua Makna: Kisah di Balik Piala Mewarnai Siswi TK Aisyiyah 41 Menganti

40
×

Dua Warna, Dua Makna: Kisah di Balik Piala Mewarnai Siswi TK Aisyiyah 41 Menganti

Sebarkan artikel ini
Dua Warna Dua Piala: Hafizah Mecca Arvi (kiri) dan Nafasya Farellea Ariendra, dua juara dari TK Aisyiyah 41 Menganti dalam ajang lomba mewarnai ibu dan anak media koran dalam rangka hari ibu yang diselenggarakan oleh IGTKI Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos (Tagar.co/Istimewa)

Dua warna dua makna sebagai simbol keberhasilan dua siswa TK Aisyiyah 41 Menganti meraih juara lomba mewarnai yang digelar IGTKI Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos.

Tagar.co – Lomba mewarnai yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos mengandung isah menarik.

Dua siswi cilik dari TK Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 41 Menganti, Gresik, Nafasya Farellea Ariendra dan Hafizah Mecca Arvi, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang dua piala.

Namun, perjalanan mereka tidaklah semulus yang dibayangkan.

Lomba untuk memperingati Hari Ibu 22 Desember 2024 ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari tingkat kecamatan.

Setiap TK mendapat kuota peserta, dan TK Aisyiyah 41 mendaftarkan sepuluh pasang ibu dan anak, terbagi dalam kategori TK A dan TK B.

Dua Warna Dua Makna: Hasil karya Hafizah Mecca Arvi bersama dengan mama di ajang lomba mewarnai ibu dan anak dalam rangka hari ibu yang diselenggarakan oleh IGTKI Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos (Tagar.co/Istimewa)

Hampir Gagal

Proses pengerjaan mewarnai pun diwarnai drama kecil. Jumiati S.Pd, Wakil Ketua IGTKI Kecamatan Menganti, mengumumkan batas pengumpulan hasil karya pada Senin, 9 Desember 2024, di TKN Pembina Menganti.

Baca Juga:  Dongeng Jadi Senjata Pendidikan, Guru TK Menganti Asah Kompetensi Berkisah

Dian Sulistiana, S.Pd, Kepala Sekolah TK Aisyiyah 41 Mengnati, menyarankan agar anak-anak mengerjakan di rumah agar lebih fokus.

Namun, di hari pengumpulan, sebuah insiden kecil hampir menggagalkan langkah Nafasya. “Gambar Nafasya lupa tidak dibawa saat itu,” kenang Dian. “Orang tuanya kemudian bergegas mengantarkan ke sekolah, dan saya langsung membawanya ke TKN Pembina di detik-detik terakhir penjurian.”

Dian mengakui sempat ada saran untuk tidak mengumpulkan karya yang terlambat. Namun, dengan keyakinan dan semangat pantang menyerah, ia tetap mengantarkan karya Nafasya.

“Yang penting sudah berusaha, meskipun di detik-detik terakhir,” ujarnya.

Dua Warna Dua Makna: Hasil karya Nafasya Farellea Ariendra bersama dengan mama di ajang lomba mewarnai ibu dan anak dalam rangka hari ibu yang diselenggarakan oleh IGTKI Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos (Tagar.co/Istimewa)

Berbuah Manis

Usaha keras itu berbuah manis. Di tengah persaingan yang ketat, gambar Nafasya berhasil meraih juara 2 di babak penyisihan kecamatan, meloloskannya ke tingkat kabupaten.

Kebahagiaan pun bertambah ketika Hafizah dari kategori TK B juga berhasil meraih harapan 1 dan ikut melaju ke babak selanjutnya.

Kisah Nafasya dan Hafizah bukan sekadar tentang lomba mewarnai. Ini adalah cerita tentang ketekunan, semangat pantang menyerah, dan dukungan orang tua serta guru yang tak pernah putus.

Baca Juga:  Menjaga Napas Ayah dengan Doa

Dua piala yang mereka raih menjadi simbol keberhasilan yang diraih dengan perjuangan. Selamat untuk Nafasya dan Hafizah! (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni