Feature

Dongeng Jadi Senjata Pendidikan, Guru TK Menganti Asah Kompetensi Berkisah

46
×

Dongeng Jadi Senjata Pendidikan, Guru TK Menganti Asah Kompetensi Berkisah

Sebarkan artikel ini
Kak Dewi Kajo (berdiri) saat memberikan materi pada pelatihan guru Semua Bisa Mendongeng di KB-TK IT Handayani Menganti, Gresik, Jawa Timur, Kamis, 12 Februari 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Puluhan guru TK Gugus VI Kecamatan Menganti mengikuti pelatihan mendongeng untuk memperkuat pembelajaran kreatif, membangun karakter, dan menyaingi dominasi gawai pada anak.

Tagar.co – Suasana berbeda tampak di gedung KB-TK IT Handayani, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).

Sejak pagi, puluhan guru taman kanak-kanak (TK) yang tergabung dalam Gugus VI Kecamatan Menganti berdatangan dengan semangat yang sama: memperkaya kompetensi melalui Pelatihan Mendongeng.

Baca juga: “Menjahit Kembali Mimpi yang Terbelah”, Karya Nadhirotul Mawaddah Juara I Lomba Cerpen JSIT

Kegiatan bertema “Meningkatkan Metode Pembelajaran dengan Berkisah yang Menarik” ini diikuti seluruh perwakilan guru TK di lingkungan Gugus VI.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam menjadikan dongeng sebagai strategi pembelajaran yang efektif, kreatif, sekaligus komunikatif di kelas.

Ketua Gugus VI Kecamatan Menganti, Siti Aisyah, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa keterampilan mendongeng bukan sekadar pelengkap, melainkan kompetensi inti bagi guru TK.

“Mendongeng bukan sekadar aktivitas bercerita, tetapi merupakan media pembelajaran yang sarat nilai,” ujarnya. Melalui dongeng, lanjutnya, guru dapat menanamkan pendidikan karakter, mengembangkan kemampuan bahasa, serta merangsang imajinasi dan kreativitas anak.

Baca Juga:  Dongeng Ramadan di Masjid Al-Asy’ari
Suasana pelatihan guru Semua Bisa Mendongeng di KB-TK IT Handayani Menganti, Gresik, Jawa Timur, Kamis, 12 Februari 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Pelatihan menghadirkan Dewi Putri Juwita, yang akrab disapa Kak Dewi Kajo, sebagai narasumber. Ia memaparkan berbagai teknik mendongeng yang menarik dan interaktif, mulai dari pengolahan vokal dan intonasi, penggunaan ekspresi wajah dan gerak tubuh, hingga pemanfaatan alat peraga edukatif.

Menurutnya, kunci mendongeng yang efektif terletak pada keterlibatan emosional guru saat menyampaikan cerita.

“Ibu guru, kalau satu peluru bisa menembus satu kepala, maka satu kisah bisa menembus ribuan kepala,” pesannya, mengilustrasikan dahsyatnya kekuatan cerita dalam membentuk cara berpikir dan karakter anak.

Tak hanya teori, pelatihan juga diisi sesi praktik. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan teknik yang telah dipelajari. Setiap penampilan mendapatkan umpan balik langsung dari Dewi Kajo, sehingga guru dapat memperbaiki intonasi, ekspresi, hingga penguasaan panggung secara konkret.

Pengawas TK Kecamatan Menganti, Anis Sa’adah, S.Pd., M.Pd., yang turut hadir, mengaku takjub dengan materi yang disampaikan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mendongeng adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru,” tuturnya.

Baca Juga:  Rintik Hujan Mengiringi Tarawih Perdana di Baitul Hasanah Ambarawa

Ia menilai, anak-anak akan lebih menikmati proses pembelajaran ketika guru mampu memainkan intonasi dan ekspresi, salah satunya melalui kegiatan mendongeng. Di tengah derasnya pengaruh gawai, menurutnya, peran cerita semakin relevan.

“Anak zaman sekarang lebih tertarik dengan HP dan orang tua merasa hal itu sebagai hal yang wajar. Oleh karena itu, mendongeng sebetulnya bukan hanya tugas guru, tetapi juga orang tua,” tegasnya.

Sesi foto bersama pada pelatihan guru Semua Bisa Mendongeng di KB-TK IT Handayani Menganti, Gresik, Jawa Timur, Kamis, 12 Februari 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Anis menekankan bahwa dongeng mampu menanamkan karakter, mengembangkan imajinasi, sekaligus membantu menurunkan beban emosional anak. Di akhir sambutannya, ia berpesan agar para guru menyampaikan pentingnya mendongeng dalam kegiatan parenting.

“Tolong disampaikan kepada orang tua agar orang tua juga bisa mendongeng untuk anak,” pesannya.

Salah satu peserta, Siti Fatimah, S.Pd., dari TK IT Handayani, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan wawasan baru tentang cara mendongeng yang lebih menarik dan menyenangkan. Kami berharap dapat menerapkannya di kelas agar anak-anak lebih antusias dalam belajar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pengimbasan Bimtek Digitalisasi PAUD di Menganti, Guru makin Adaptif Hadirkan Pembelajaran Inovatif

Kegiatan ini direncanakan berlanjut dengan lomba mendongeng bagi guru TK pada semester mendatang. Harapannya, guru-guru TK Gugus VI Kecamatan Menganti semakin profesional dan inovatif dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan serta bermakna bagi anak usia dini.

Lebih dari sekadar pelatihan, agenda ini menjadi momentum mempererat koordinasi dan kolaborasi antarpendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Menganti. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni