
Sebuah kisah sederhana yang lahir dari pengalaman pribadi, mengalir jujur dan menyentuh, hingga mengantarkan Nadhirotul Mawaddah meraih juara pertama lomba cerpen JSIT.
Tagar.co — Cerpen berjudul “Menjahit Kembali Mimpi yang Terbelah” karya Nadhirotul Mawaddah, guru TK IT Handayani Menganti, Gresik, sukses meraih juara pertama lomba menulis cerpen dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke-3 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Gresik–Lamongan, Ahad (11/1/2026).
Baca juga: Pendidikan Karakter Jadi Sorotan Musda JSIT, Ini Pesan Kadisdik Gresik
Pengumuman pemenang lomba yang diikuti para guru dari berbagai jenjang pendidikan itu berlangsung di SMP IT Al-Ibrah Gresik. Karya Iir—sapaan akrab Nadhirotul Mawaddah—dinilai unggul dari segi alur cerita, kedalaman pesan, serta kreativitas dalam menyampaikan gagasan.
“Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka bisa meraih juara karena pesertanya bukan hanya guru TK, melainkan dari semua jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMP,” ujar Iir penuh syukur, pada Tagar.co, Selasa (13/1/26).
Iir mengungkapkan, proses penulisan cerpen kali ini cukup menantang karena adanya ketentuan tema dari panitia. “Ada tema penulisan cerpen yang sudah ditentukan panitia, itu yang menjadi tantangan. Selama ini cerpen-cerpen yang saya tulis tidak pernah terpaku pada tema khusus,” jelasnya.

Gemar Menulis Sejak SMP
Kecintaan Iir pada dunia kepenulisan tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Sejumlah cerpennya pernah dimuat di Koran Karya Dharma, salah satu surat kabar lawas di Indonesia.
“Dulu saya sering mencuri kesempatan mengetik cerpen menggunakan mesin ketik milik bapak ketika beliau tidak di rumah,” kenangnya.
“Tema yang saya angkat seputar kehidupan remaja zaman dulu, tentang persahabatan dan cinta monyet,” tambahnya.
Hobi tersebut bahkan pernah memberinya penghasilan. “Alhamdulillah, dari menulis saya sempat mendapatkan uang. Pembayarannya waktu itu melalui wesel pos,” tuturnya sambil tersenyum.
Berkat kepiawaiannya, Nadhir juga pernah memperoleh beasiswa selama satu catur wulan (cawu) setelah menjuarai lomba menulis sinopsis karya sastra saat kelas dua SMP.
Kini, lebih dari 30 cerpen telah ditulis Iir dan telah dipublikasikan Tagar.co. Inspirasi utamanya berasal dari anak-anak didik dan lingkungan sekolah, yang ia olah menjadi kisah-kisah tentang psikologi anak, motivasi hidup, dan refleksi kemanusiaan.
Menjahit Kembali Mimpi yang Terbelah
Kebanggaan Sekolah
Kepala TK IT Handayani Menganti, Umul Farida, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas prestasi yang diraih Ustazah Nadhira. Semoga beliau semakin meningkatkan kreativitasnya dalam menulis,” tuturnya.
Ia berharap Iir terus berkarya, bahkan mampu menerbitkan buku dan menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya, khususnya pendidik PAUD.
“Ustazah Nadhira adalah satu-satunya guru kami yang memiliki talenta menulis yang kuat. Karya-karyanya pun telah banyak dipublikasikan di media,” ungkapnya.
Umul Farida berharap kegemaran Iir dapat membuka cakrawala pendidikan PAUD sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan guru.
“Tahun ini kami menjalankan program peningkatan budaya literasi melalui kegiatan in house training (IHT) tentang public speaking dan menulis,” ujar ibu tiga anak tersebut.
Ia pun berharap jejak prestasi yang diukir Nadhira dapat menular kepada para pendidik lainnya di Indonesia. (#)
Jurnalis Sugiran Penyunting Mohammad Nurfatoni












