
Tagar.co – Dongeng Ramadan membuat suasana ceria dan semangat di Aula Masjid Al-Asy’ari Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, Sabtu (14/3/2026).
Puluhan anak-anak TPQ Al-Asy’ari bersama orang tuanya berkumpul mengikuti acara Dongeng Ramadan 2 yang diselenggarakan oleh Masjid Al-Asy’ari bersama BEM STKIP Muhammadiyah Lumajang.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB ini mengangkat tema Generasi Qur’ani di Era Digital: Bijak Menggunakan Gadget, Ceria Bermain, Semangat Mengaji.
Tema ini dipilih sebagai kepedulian terhadap fenomena penggunaan gadget yang semakin intens di kalangan anak-anak.
Acara diawali dengan edukasi gadget yang disampaikan oleh Aisyah Azzahra, kakak dari BEM STKIP Muhammadiyah Lumajang.
Dalam pemaparannya, Aisyah mengingatkan anak-anak agar tidak terlalu lama menggunakan telepon genggam, terutama untuk bermain game, menonton video, atau mengakses media sosial.
Aisyah Azzahra menjelaskan, penggunaan gadget secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental anak.
Anak-anak bisa menjadi kurang fokus, mudah marah, sering tantrum, bahkan cenderung menjadi malas dan kurang bersosialisasi dengan teman-temannya.
“Bermain gadget boleh, tetapi harus dibatasi. Maksimal satu jam saja, setelah itu harus berhenti dan melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat,” katanya.
Boneka Dongeng
Suasana semakin hidup ketika Kak Yasir tampil sebagai pendongeng. Dengan gaya cerita yang menarik dan ekspresif, Kak Yasir menyampaikan dongeng tentang penggunaan gadget secara bijak.
Melalui cerita yang penuh humor dan interaksi dengan anak-anak, Kak Yasir mengingatkan terlalu lama bermain HP tidak baik. Anak-anak juga diajak untuk mengurangi menonton TikTok, YouTube, serta bermain game secara berlebihan.
“Tidak boleh lama-lama bermain HP,” seru Kak Yasir yang kemudian diikuti oleh anak-anak secara serempak.
Selain itu, Kak Yasir juga menyampaikan pesan penting agar anak-anak selalu patuh kepada orang tua. “Anak-anak harus nurut sama ayah dan bunda,” ujarnya yang langsung disambut anggukan para peserta kecil yang duduk dengan penuh perhatian.
Keceriaan semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan sesi mime dan quiz. Para panitia dari BEM STKIP Muhammadiyah Lumajang memperlihatkan beberapa hadiah menarik yang langsung membuat anak-anak bersorak histeris.
Momen paling mengesankan terjadi ketika seorang anak bernama Aydan Hamizan dengan penuh semangat mengangkat tangannya ketika panitia mengajukan pertanyaan.
“Apa pesan dari dongeng tadi?” tanya salah satu kakak panitia.
Dengan percaya diri Aydan menjawab, “Tidak boleh lama-lama bermain HP.”
Jawaban itu pun disambut tepuk tangan meriah dari peserta lainnya. Panitia kemudian memberikan hadiah kepada Aydan.
Seketika wajahnya berseri-seri dan matanya berbinar karena merasa sangat senang mendapatkan hadiah tersebut.
Pantomim
Acara semakin meriah ketika Ardiansyah dan Jessica menampilkan pertunjukan mime atau pantomim yang menghibur. Dalam pertunjukan tersebut, panitia kembali menyelipkan kuis dengan berbagai hadiah menarik.
Anak-anak tampak sangat antusias. Beberapa di antara mereka bahkan berbisik kepada temannya sambil tersenyum, “Wah, banyak hadiahnya ya.”
Haji Zamroni, jemaah Masjid Al-Asy’ari Wonorejo menyampaikan, selain menghibur, kegiatan ini juga memberikan pesan edukatif yang kuat tentang pentingnya mengatur penggunaan gadget di era digital saat ini.
Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti dongeng, permainan, dan kuis, pesan moral dapat diterima anak-anak dengan lebih mudah.
Kegiatan Dongeng Ramadan 2 ini menjadikan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan ruang tumbuh bagi generasi muda.
Selain itu H. Zamroni juga mengapresiasi kakak-kakak BEM STKIP Muhammadiyah Lumajang atas kegiatan yang sudah terlaksana dengan baik di Masjid Al-Asy’ari yang juga disebut Markas Waqof Abu Ahmad Wonorejo-Kedungjajang-Lumajang.
Zamroni menyampaikan, Melalui kegiatan yang penuh keceriaan ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak baik, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa melupakan kewajiban belajar, bermain, dan mengaji.
Ramadan pun menjadi momentum indah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini bagi generasi masa depan. (#)
Jurnalis Ferdi Irwansyah Penyunting Sugeng Purwanto












