Feature

Jemaah Masjid Al-Asy’ari Diajak Memperbanyak Doa dan Iktikaf

66
×

Jemaah Masjid Al-Asy’ari Diajak Memperbanyak Doa dan Iktikaf

Sebarkan artikel ini
Ustaz Buladi menyampaikan tausiyah dalam Kajian dan Kultum Ramadan bakda salat Tarawih di Masjid Al-Asy’ari, Markas Waqof Abu Ahmad Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Rabu malam (11/3/2026). Dalam kajiannya, ia mengajak jamaah memperbanyak doa serta memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan iktikaf. (Ferdi Irwansyah/Tagar.co)

Mengutip Al-Baqarah ayat 186, Ustaz Buladi mengajak jemaah Masjid Al-Asy’ari memperbanyak doa serta memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan iktikaf.

Tagar.co – Suasana malam Ramadan di Masjid Al-Asy’ari, Markas Waqaf Abu Ahmad Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, terasa khusyuk. Ratusan jemaah berkumpul mengikuti kajian Ramadan yang digelar bakda salat Tarawih pada Rabu malam, 11 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan yang rutin diselenggarakan takmir masjid untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan jemaah.

Baca juga: Khusyuk dan Syukur di Masjid Al-Asy’ari Wonorejo

Pada kesempatan tersebut, Ustaz Buladi hadir menyampaikan tausiah yang menekankan pentingnya doa dan kedekatan seorang hamba dengan Allah Swt. Ia mengangkat pesan dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 186 yang menegaskan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-hamba-Nya.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”

Baca Juga:  Pertanyaan Polos Anak Ini Hidupkan Suasana Talk Show Parenting

Menurut Ustaz Buladi, ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak pernah ragu memanjatkan doa kepada Allah. Kedekatan Allah dengan hamba-Nya bukan sekadar makna simbolik, tetapi sebuah janji bahwa setiap doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan akan didengar.

“Allah itu dekat dengan kita, bahkan lebih dekat daripada urat leher kita. Karena itu jangan pernah ragu berdoa kepada Allah. Mintalah apa saja kepada-Nya dengan niat yang sungguh-sungguh dan penuh keyakinan,” ujar Ustaz Buladi di hadapan jamaah.

Ia menegaskan, doa yang dikabulkan Allah memiliki syarat utama, yakni keyakinan yang kuat, keikhlasan hati, serta kesungguhan dalam menjalankan perintah-Nya. Seorang hamba tidak hanya diminta memohon, tetapi juga harus menunjukkan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membahas keutamaan doa, Ustaz Buladi juga mengajak jemaah memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak amal saleh. Menurutnya, bulan suci ini merupakan kesempatan berharga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah.

Salah satu ibadah yang ditekankan adalah i’tikaf, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Ia mengajak jamaah Masjid Al-Asy’ari untuk turut meramaikan kegiatan i’tikaf yang akan digelar di masjid tersebut.

Baca Juga:  Gereja Mormon Percaya Kejujuran Muhammadiyah

Takmir Masjid Al-Asy’ari telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan itu, termasuk buka puasa bersama dan sahur bersama bagi jamaah yang mengikuti iktikaf.

Ustaz Buladi juga memberikan keleluasaan bagi jemaah untuk mengikuti iktikaf sesuai kemampuan masing-masing.

“Silakan jika ingin mulai dari Magrib, boleh. Jika ingin ikut dari pukul 21.00 sampai tengah malam juga boleh. Atau mulai pukul 01.00 dini hari sampai Subuh juga dipersilakan. Yang penting ikut meramaikan masjid dan mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya.

Meski demikian, ia tetap menganjurkan jamaah berusaha mengikuti iktikaf sejak Magrib hingga Subuh agar ibadah yang dijalankan menjadi lebih sempurna dan penuh keberkahan.

Kajian Ramadan tersebut tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan semangat spiritual di tengah masyarakat. Para jemaah tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai dan menyimak setiap pesan yang disampaikan dengan penuh perhatian. (#)

Jurnalis Ferdi Irwansyah | Penyunting Mohammad Nurfatoni