
Sebanyak 52 siswa kelas VI SD Almadany Kebomas, Gresik, mengikuti Try Out TKA berbasis CBT di Spemutu Gresik. Kegiatan ini menjadi sarana pemetaan kemampuan akademik sekaligus latihan menghadapi TKA yang dijadwalkan pada April mendatang.
Tagar.co — Wajah-wajah antusiasme terpancar dari murid kelas VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, saat mengikuti Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI Se-Kabupaten Gresik bersama SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu), Kamis (29/1/2026).
Sebanyak 52 siswa ambil bagian dalam kegiatan yang digelar berbasis CBT (computer based test) itu. SD Almadany mendapat jadwal sesi pertama pada pukul 07.30–09.30 WIB.
Baca juga: Belajar di Tengah Alam, SDM 4 Zamzam Sidoarjo Serap Pengalaman di SD Almadany
Sejak awal pelaksanaan, para siswa tampak serius dan bersemangat mengerjakan soal-soal TKA yang disusun sesuai standar kompetensi. Bagi mereka, try out ini menjadi pengalaman berharga sekaligus ajang mengukur kesiapan menghadapi TKA yang dijadwalkan pada April mendatang.
Salah satu peserta, Khansa Syarifa Hanum, mengaku sangat menikmati proses try out tersebut. “Saya senang dan semangat mengikuti try out ini. Kemarin seharian kami juga berlatih mengerjakan soal simulasi bersama teman-teman di kelas,” ujarnya.
Siswi yang bercita-cita melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Gresik itu ingin mengetahui sejauh mana kemampuan akademiknya saat ini.
Kesan Positif
Guru pendamping SD Almadany, Nur Aini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan Try Out TKA yang diselenggarakan Spemutu Gresik.
Menurutnya, kegiatan ini mampu memacu motivasi belajar siswa. “Kami ingin melihat kesiapan anak-anak menghadapi TKA April nanti. Sejak Desember 2025, sekolah sudah memprogramkan pengayaan materi TKA agar siswa lebih siap,” tuturnya.
Kepala SD Almadany, Lilk Isnawati, S.Pd., M.Pd. Ia menyambut baik pelaksanaan try out tersebut karena hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi sekolah.
“Selain untuk mengetahui kesiapan siswa, hasil try out ini penting untuk mengukur progres kemampuan anak-anak dan menentukan langkah pembinaan selanjutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika pertama kali mendapat informasi kegiatan ini dari guru kelas pada 10 Januari 2026, pihak sekolah langsung mendorong pendaftaran ke panitia Spemutu.
Try Out TKA SD/MI ini diselenggarakan oleh Spemutu Gresik pada 26–31 Januari 2026 secara daring di laboratorium sekolah. Total peserta mencapai 1.003 siswa dari berbagai SD/MI di seluruh Kabupaten Gresik.
Komitmen Spemutu
Penanggung Jawab Kegiatan, Tri Wahyuningsih, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta. “Ini bentuk komitmen Spemutu Gresik untuk membantu siswa kelas VI memetakan kemampuan akademik mereka sejak dini,” katanya.
Awalnya, panitia memperkirakan jumlah peserta hanya ratusan. Namun, menjelang pelaksanaan, pendaftar terus bertambah hingga melampaui target. Peserta berasal dari beragam satuan pendidikan, mulai dari SD negeri, madrasah ibtidaiyah, hingga sekolah swasta unggulan.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan, panitia menerapkan manajemen waktu dan ruang yang ketat. Tiga laboratorium komputer dengan dukungan server serta jaringan internet yang stabil dioperasikan secara bergiliran melalui sistem sesi. Langkah ini memastikan setiap peserta memperoleh fasilitas perangkat yang setara dan koneksi yang optimal.
Lebih dari sekadar mengerjakan soal, Try Out TKA berbasis CBT ini memberi pengalaman ujian digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Siswa dilatih ketelitian dan ketangguhan mengerjakan soal literasi, numerasi, dan pengetahuan umum melalui layar komputer—sekaligus simulasi menghadapi berbagai ujian berbasis teknologi.
Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi orang tua pendamping untuk melihat langsung fasilitas Spemutu Gresik, mulai dari laboratorium MIPA, perpustakaan, ruang kelas, hingga Aula Al-Qolam sebagai pusat kegiatan akademik dan nonakademik. Sambutan hangat dari para siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemutu Gresik turut meninggalkan kesan positif. (#)
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni












