
Persiapan matang, doa bersama, dan dukungan guru menjadi kunci siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik berbasis komputer tahun ini.
Tagar.co – Sebanyak 57 siswa kelas VI SD Al-Islam Cerme (SDAC) Gresik mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23/4/2026). Ujian ini menjadi tolok ukur penting dalam memetakan capaian kompetensi lulusan, khususnya pada aspek literasi dan numerasi yang kini menjadi fokus standar pendidikan nasional.
Baca juga: Menjelang TKA, Siswa SD Al-Islam Perkuat Mental dan Spiritual lewat Doa Bersama
Pelaksanaan TKA dipusatkan di laboratorium komputer sekolah dengan sistem Computer Based Test (CBT). Untuk menjaga stabilitas teknis dan konsentrasi peserta, ujian dibagi dalam tiga sesi setiap hari, dimulai pukul 07.00 hingga 13.15 WIB. Seluruh siswa dari kelas 6A dan 6B mengikuti ujian dengan tertib dan penuh kesungguhan.
Menakar Nalar dan Pemahaman
Pada hari pertama, peserta menghadapi mata pelajaran Matematika yang menguji kemampuan numerasi dan logika. Sekolah turut memfasilitasi kertas coretan guna membantu siswa dalam proses berpikir dan penyelesaian soal.
Sementara itu, hari kedua diisi dengan ujian Bahasa Indonesia yang berfokus pada kemampuan literasi, termasuk pemahaman bacaan dan analisis teks.
TKA merupakan kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026.
Hasilnya memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai evaluasi internal sekolah, tetapi juga sebagai bagian dari rapor mutu pendidikan daerah hingga referensi dalam Seleksi Peserta Didik Baru (SPMB) jenjang SMP.
Persiapan Matang, Hasil Lebih Mantap
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Siti Nur Asiyah, S.Pd., menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan siswa secara intensif sejak awal tahun ajaran.
“Kami ingin siswa familiar dengan pola soal dan suasana ujian. Karena itu, kami mengadakan latihan rutin, dua kali try out bersama Forum Guru Muhammadiyah PWM Jawa Timur, serta gladi bersih sebelum pelaksanaan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada aspek akademik, sekolah juga memberi perhatian pada kesiapan mental dan spiritual siswa. Setiap pagi, siswa diajak melaksanakan salat Duha, berdoa bersama, serta mendapatkan motivasi dari guru sebelum memasuki ruang ujian. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu siswa lebih tenang dan percaya diri.
Optimisme Siswa Usai Ujian
Sejumlah siswa mengaku sempat merasa gugup sebelum ujian dimulai. Namun, setelah menjalani prosesnya, rasa optimisme mulai tumbuh.
Aida Zahira Azmi Ramadhani (Azza), siswi kelas 6A, mengungkapkan bahwa soal yang dihadapi tidak sesulit yang dibayangkan.
“Awalnya deg-degan, tapi ternyata lebih mudah dibanding saat gladi bersih. Latihan rutin dan dukungan orang tua sangat membantu,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Bayu, yang juga berasal dari kelas 6A. Ia mengaku telah berusaha maksimal dalam menjawab setiap soal.
“Alhamdulillah bisa mengerjakan dengan baik. Semoga hasilnya sesuai harapan,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan yang terstruktur dan dukungan menyeluruh, SD Al Islam Cerme kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan karakter yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (#)
Jurnalis Mardiyana Zulifah Penyunting Muhammad Nurfatoni












