
Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Riza Agustina Wahyu Setyawati, menegaskan keberanian mencoba sebagai langkah awal meningkatkan kualitas tulisan sekaligus membangun budaya literasi yang kolaboratif di kalangan guru.
Tagar.co – Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik, Riza Agustina Wahyu Setyawati, M.Pd., menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi menulis sebagai bagian dari pengembangan diri para guru.
Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan pada Workshop Penulisan Berita dengan Mengaktifkan 6 Indra yang digelar di ruang Kelas 1 K.H. Ibrahim SD Muri, Jumat siang (24/4/26). Kegiatan diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari SD Muri dan perwakilan SMP Muhammadiyah 4 (Spemuta) Kebomas, Gresik.
Mengenakan busana berwarna hijau lembut dengan sentuhan motif batik pada bagian lengan, dipadukan dengan kerudung senada yang terpasang rapi, Riza mengungkapkan bahwa kesempatan belajar langsung dari praktisi merupakan momen langka yang patut dimanfaatkan secara maksimal.
“Selama ini kita belajar menulis dengan semangat ‘bondo nekat’ (modal tekad), yang penting mencoba. Namun berkat bimbingan beliau, tulisan-tulisan kita kini semakin enak dibaca dan lebih berkualitas,” ujarnya sambil menyebut Redaktur Pelaksana Tagar.co Mohammad Nurfatoni yang menjadi pemateri pada pelatihan ini.
Dengan intonasi suara yang jelas, dia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarguru, baik dari sisi kemampuan menulis maupun teknologi informasi.
Menurutnya, guru senior yang telah terbiasa menulis dapat berbagi pengalaman, sementara guru yang lebih muda dapat memperkuat aspek IT. Sinergi ini dinilai mampu menciptakan ekosistem belajar yang saling melengkapi.

Selain itu, Riza mengapresiasi peran tim internal sekolah yang turut menggerakkan budaya literasi, termasuk pembagian peran dalam penguatan kemampuan menulis dan teknologi. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya guru secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Riza yang tampak angggun dengan kacamata yang dipakainya, juga mendorong seluruh peserta untuk aktif memanfaatkan sesi tanya jawab agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Ia mengajak peserta untuk terus melakukan upgrade kemampuan diri, mengingat setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu terus diasah.
“Kalau kelebihan tidak diasah, maka akan terhenti. Tetapi jika terus diperbarui, insyaAllah kemampuan kita akan semakin baik,” tambahnya.
Dia berharap. workshop ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan menulis berita para guru, sehingga dapat langsung diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah. (#)
Jurnalis Lendra Aditya Penyunting Mohammad Nurfatoni












