
Melalui kunjungan industri dan penandatanganan MoU di Tuban, SD M18 Surabaya memperkuat langkah menuju kemandirian dengan mengembangkan produksi air demineral sebagai program unggulan berbasis kerja sama industri.
Tagar.co – Komitmen menghadirkan inovasi dan memperkuat kemandirian terus ditunjukkan oleh SD Muhammadiyah 18 (SD M18) Surabaya. Langkah konkret terbaru diwujudkan melalui kunjungan industri yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Amanah Sang Surya, Rabu (22/4/2026), di Tuban.
Rombongan sekolah yang dipimpin langsung oleh Kepala SD M18 Surabaya, Ach. Barizi, M.Pd., hadir bersama jajaran manajemen, meliputi wakil kepala sekolah dan bendahara. Kedatangan mereka disambut oleh Direktur PT Amanah Sang Surya, Abdul Halim.
Baca juga: Pendidikan Kontekstual: Siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya Praktik Belajar di Pia Mahen
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Diawali dengan pemaparan profil perusahaan, rombongan kemudian diajak meninjau langsung proses produksi air demineral di fasilitas milik perusahaan. Momen tersebut sekaligus menjadi pengantar menuju agenda utama, yakni penandatanganan MoU sebagai bentuk resmi kerja sama kedua belah pihak.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis SD M18 Surabaya dalam memperkuat positioning sebagai lembaga pendidikan yang inovatif dan berdaya saing. Melalui skema maklon, sekolah akan mengembangkan produk air demineral dengan label sendiri sebagai salah satu program unggulan.
Tak sekadar membangun identitas institusi, program ini juga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi lingkungan. Selain itu, kerja sama ini membuka peluang pengembangan unit usaha sekolah yang berorientasi pada kemandirian serta kebermanfaatan jangka panjang.
Kepala SD M18 Surabaya, Ach. Barizi, M.Pd., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi penguatan kelembagaan.
“Kerja sama maklon ini adalah langkah konkret dalam membangun kemandirian sekolah melalui program produktif dan bernilai guna. Kami berharap, program ini tidak hanya berdampak internal, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, sinergi antara dunia pendidikan dan industri ini diharapkan terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai inovasi berbasis kemandirian sekolah.
Dengan semangat “berkarya, berdaya, dan memberi manfaat”, Ach. Barizi menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi unggul, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi umat. (#)
Jurnalis Desy Kriswintari Penyunting Mohammad Nurfatoni












