Feature

Umsura Lepas Lima Mahasiswa PPL Calon Guru di SDN Banyu Urip III Surabaya

74
×

Umsura Lepas Lima Mahasiswa PPL Calon Guru di SDN Banyu Urip III Surabaya

Sebarkan artikel ini
Suasana pembukaan penyerahan PPL calon guru profesional gel 1 Umsura tahun 2026 di SDN Banyu Urip III/364, Selasa (5/2/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Lima mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Umsura resmi menjalani Praktik Pengalaman Lapangan terbimbing selama satu semester di SDN Banyu Urip III Surabaya sebagai bagian dari pembentukan guru profesional.

Tagar.co – Komitmen mencetak guru profesional terus ditegaskan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Kamis (5/2/2026), kampus tersebut secara resmi menyerahkan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 kepada SDN Banyu Urip III/364, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Prosesi penyerahan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu berjalan khidmat sekaligus hangat. Lima mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) diserahkan untuk menjalani PPL terbimbing selama satu semester penuh sebagai bagian penting dari proses pembentukan calon guru profesional.

Baca juga: Kematian Anak SD di NTT, Alarm Keras bagi Arah Kebijakan Negara

Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Idhoofiyatul Fatin, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains Umsura.

Adapun lima mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 yang akan melaksanakan PPL adalah Royani Dwi Puspandoyo, Nur Fauziatul Azkiyak, Reghina Rizky Shofiyani, Risma Nurfatmawanda, dan Zela Salsabila.

Baca Juga:  Wajah Baru Kurikulum Umsura Menuju Kampus Berdampak

Dalam sambutannya, Idhoofiyatul Fatin menitipkan kelima mahasiswa tersebut kepada pihak sekolah untuk mendapatkan bimbingan dan pendampingan secara maksimal. Ia menegaskan bahwa profesionalisme guru tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut latihan, kesungguhan, serta pendampingan berkelanjutan.

“Mohon bimbingan dan arahan dari Ibu Kepala Sekolah serta guru pamong. Menjadi guru profesional itu proses. Mahasiswa harus menjalani praktik mengajar terbimbing, lengkap dengan perangkat pembelajaran serta administrasi penunjang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan PPL berlangsung selama satu semester, sehingga mahasiswa wajib mengikuti seluruh jadwal dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah mitra.

Kebersamaan penuh kehangatan ceremonial penyerahan PPL calon guru profesional gel 1 Umsura tahun 2026 di SDN Banyu Urip III/364, Selasa (5/2/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Sambutan hangat disampaikan Kepala SDN Banyu Urip III/364, Siti Fatimah, M.Pd. Ia menyatakan kesiapan sekolah untuk mendampingi para calon guru selama menjalani PPL.

“Merupakan kehormatan bagi sekolah kami dipercaya menjadi mitra Umsura. Kami siap mendampingi adik-adik mahasiswa selama satu semester penuh. Pendampingan akan dilakukan langsung oleh guru pamong kami, Ibu Vivien Harianika Putri, S.Pd.,” tuturnya.

Suasana semakin cair saat sesi perkenalan mahasiswa yang diwakili Royani Dwi Puspandoyo. Interaksi hangat antara mahasiswa, dosen pembimbing, guru pamong, kepala sekolah, serta para guru menciptakan atmosfer kekeluargaan yang menenangkan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri para calon guru.

Baca Juga:  Ujian Tugas Akhir di Unair, Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Uji Karya Riset dan Proyek

Pada semester pertama ini, mahasiswa PPG akan mengikuti perkuliahan di kampus setiap Senin dan Selasa, sementara praktik PPL di sekolah dilaksanakan pada Rabu hingga Jumat. Melalui PPL ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar di kelas, tetapi juga memahami kultur sekolah, manajemen pembelajaran, serta nilai-nilai profesionalisme guru dalam praktik nyata.

PPL terbimbing tersebut diharapkan menjadi pengalaman bermakna sekaligus fondasi kuat bagi mahasiswa Umsura dalam menapaki jalan pengabdian sebagai pendidik. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi | Penyunting Mohammad Nurfatoni