
Puluhan siswa kelas V Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya mempresentasikan karya riset dan proyek mereka dalam Ujian Tugas Akhir di Aula Fakultas Psikologi Unair
Tagar.co – Selasa pagi (3/2/2026), Aula Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dipenuhi suara presentasi anak-anak sekolah dasar. Di ruang yang lazimnya menjadi arena diskusi ilmiah mahasiswa dan dosen itu, puluhan siswa kelas V Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya tampil percaya diri memaparkan gagasan dan karya mereka.
Mereka mengikuti agenda tahunan paling bergengsi di sekolahnya, Ujian Tugas Akhir (TA) bertema “Anak Kreatif Menginspirasi”. Bagi para siswa, momen ini menjadi puncak perjalanan belajar panjang—bukan sekadar ujian, melainkan ajang menunjukkan keberanian berpikir dan berkarya.
Baca juga: Wakil Ketua PWM Jawa Timur Kunjungi Sekolah Kreatif Baratajaya
Guru kelas V, Abdul Rozaq, S.Pd., menjelaskan bahwa Ujian Tugas Akhir dirancang bukan sebagai tes akademik biasa. Kegiatan ini merupakan muara pembelajaran berbasis riset dan proyek yang telah dijalani siswa selama berbulan-bulan.
“Melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), kami ingin anak-anak terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan mampu bekerja sama menyelesaikan persoalan nyata di sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Rozaq, setiap karya lahir dari proses yang panjang: menggali ide, mengamati masalah, melakukan uji coba, hingga menyusun laporan sederhana. “Capaian ini sudah melampaui ekspektasi untuk ukuran siswa sekolah dasar,” katanya.

Acara dibuka pukul 08.30 WIB oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi Unair, Pramesti Pradna Paramita, M.Ed.Psych., Ph.D., Psikolog. Ia menekankan pentingnya menanamkan kepercayaan diri dan keberanian berpendapat sejak dini.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Hari ini belajar di lingkungan kampus, maka biasakan diri untuk percaya diri, berani mempertahankan pendapat, dan terus berpikir kritis,” pesannya kepada para siswa.
Pengalaman tampil di perguruan tinggi, menurutnya, menjadi stimulus penting agar anak berani bermimpi besar dan akrab dengan budaya akademik.
Wakil Kepala Sekolah Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., menegaskan bahwa Ujian Tugas Akhir tidak dimaksudkan sebagai ajang mengejar nilai.
“Tema Anak Kreatif Menginspirasi kami pilih untuk menumbuhkan karakter, tanggung jawab, dan integritas. Anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Sebanyak 12 kelompok siswa tampil bergantian mempresentasikan karya di hadapan penguji. Inovasi yang ditampilkan beragam, mulai dari pengolahan limbah, pangan sehat, media pembelajaran, hingga teknologi sederhana.

Beberapa karya yang dipresentasikan antara lain Bridaking (Briket Daun Kering), Sayban (Sayur Bandeng), SAUD (Sawi Udang), serta KOSNIK (Kompos Organik). Ada pula proyek Tas Hug Me Pereda Tantrum, English Card, Kincir Air, Cikoto (Cikrak Otomatis), hingga rancangan Jembatan Kreatif dan Jembatan Garuda Nusantara. Unsur seni dan kewirausahaan hadir melalui Resin Unik Pelajar Asik serta BACHA Gantungan Kunci Shrink Paper.
Setiap kelompok memaparkan latar belakang masalah, proses pembuatan, hingga manfaat produk. Keberanian menjawab pertanyaan kritis dari penguji menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek benar-benar melatih daya nalar dan kepercayaan diri siswa.
Tim penguji terdiri atas dosen Fakultas Psikologi Unair, Nabila Nasywa Rasyiidah, S.Psi., serta perwakilan sekolah: Kepala Urusan Kesiswaan Ustazah Ira Nurmasari, S.Pd., dan Heru Tjahyono dari Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (Tips). Selain menilai, para penguji juga memberikan masukan dan apresiasi atas orisinalitas ide siswa.
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 12.00 WIB itu ditutup dengan ekspresi lega dan bangga dari para peserta. Ujian Tugas Akhir ini menegaskan komitmen Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dalam menerapkan Project-Based Learning secara konsisten—mempersiapkan siswa menjadi generasi kreatif yang berani berpikir dan menginspirasi. (#)
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












