Feature

Program Guru Bertukar Foskam Tebar Praktik Baik

67
×

Program Guru Bertukar Foskam Tebar Praktik Baik

Sebarkan artikel ini

 

Moh. Tholaat Wafa saat mengajar Bahasa Arab di kelas VIII Helium (DTCP) Spemdalas, dalam Program Guru Bertukar, Rabu (4/2/2026).

Program Guru Bertukar Foskam SMP/MTs Gresik Muhammadyah mempertemukan guru dan siswa lintas sekolah. Ustaz Wafa membagikan pengalaman dan strategi pembelajaran Bahasa Arab yang disambut antusias siswa Spemdalas.

Tagar.co — Upaya menguatkan kolaborasi antar sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik terus digelorakan melalui Program Guru Bertukar yang digagas Foskam SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Gresik.

Salah satu wujud nyatanya tampak dalam kegiatan mengajar lintas sekolah antara SMP Muhammadiyah 13 Gresik (Hamas School) dan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas), Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Siswa Hamas School Rasakan Pembelajaran Kelas Internasional di Spemdalas

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik yang juga Ketua Foskam SMP/MTs Kabupaten Gresik, Yugo Triawanto, M.Si. Ia menegaskan bahwa program guru bertukar dirancang sebagai ruang belajar bersama antarsekolah Muhammadiyah, sekaligus sarana berbagi praktik baik pembelajaran.

Menurut Yugo, kolaborasi semacam ini diharapkan menjadi awal gerakan saling menguatkan antar sekolah Muhammadiyah di Gresik. Dengan kolaborasi tersebut, peningkatan mutu pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan tumbuh secara kolektif.

Baca Juga:  Dua Siswa Spemdalas Lolos Final Matematika dan IPA Olympicad Ke-VIII Makassar
Moh. Tholaat Wafa saat mengajar Bahasa Arab di kelas VIII Helium (DTCP) Spemdalas, dalam Program Guru Bertukar, Rabu (4/2/2026).

Bahasa Arab yang Komunikatif dan Partisipatif

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan proses pembelajaran di kelas. Moh. Tholaat Wafa, S.Pd., guru Bahasa Arab SMP Muhammadiyah 13 Gresik sekaligus alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, mengajar Bahasa Arab di kelas VIII Helium (DTCP) Spemdalas.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Wafa, sapaannya, membagikan praktik pembelajaran Bahasa Arab yang komunikatif dan partisipatif. Ia mengaku bersyukur dapat terlibat dalam Program Guru Bertukar Foskam, karena pengalaman mengajar di lingkungan sekolah yang berbeda memberikan kesan mendalam sekaligus memperkaya wawasan profesionalnya.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan senang mendapatkan kesempatan menjadi guru bertukar di Spemdalas GKB Gresik. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya,” ungkapnya.

Ia merasakan suasana belajar yang kondusif dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias, aktif mengikuti pembelajaran, serta berani mencoba memahami dan menggunakan kosakata Bahasa Arab yang diajarkan. “Proses mengajarnya terasa lebih hidup dan menyenangkan,” tambahnya.

Selain mengajar Bahasa Arab, Ustaz Wafa juga mengikuti kegiatan Chit Chat with Foreigner bersama penutur asing asal Tiongkok Ms. Lily alias Chenyang Lo.u Kegiatan ini menjadi ruang interaksi lintas budaya yang memberi pengalaman autentik bagi siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

Baca Juga:  Studi Banding dan Keberanian Bermimpi Kepala Madrasah
Dina Hanif Mufidah Bahasa Inggris di kelas VIII Ferrum 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi pembelajaran Bahasa Inggris di kelas VIII Ferrum, kelas International Class Program (ICP). Pada kesempatan tersebut, Ustaz Wafa mengikuti open class yang diampu Dina Hanif Mufidah, M.Pd., sebagai bagian dari penguatan refleksi pedagogis.

Tak hanya itu, ia juga terlibat dalam diskusi profesional guru di Language Center Spemdalas. Diskusi tersebut membahas strategi pembelajaran bahasa serta pengembangan atmosfer kelas internasional yang mendorong keberanian dan keterampilan komunikasi siswa.

ugo Triawanto, menegaskan bahwa Program Guru Bertukar merupakan salah satu program strategis Foskam untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan.

“Guru bertukar ini menjadi sarana belajar bersama. Harapannya, ke depan setiap sekolah Muhammadiyah di Gresik dapat saling bertukar guru agar praktik baik pembelajaran bisa menyebar dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 13 Gresik, Nurul Wakhidatul Ummah, berharap program tersebut mampu memberikan pengalaman berharga bagi para guru.

“Melalui program ini, guru dapat melihat langsung praktik pembelajaran di sekolah lain, mendapatkan pengalaman baru, dan meniru hal-hal baik yang bisa diterapkan di sekolah masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga:  Peningkatan Jumlah Siswa, Spemdalas Raih Bonus dari PDM Gresik

Program Guru Bertukar Foskam Gresik diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antar sekolah Muhammadiyah dalam membangun guru pembelajar dan mewujudkan sekolah yang berkemajuan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni