Teguh kehilangan papa dan mama di usia…
Cerpen
Loyalitas Sabri
Seorang office boy sederhana menunjukkan bahwa kerja bukan…
Buih Sabun Menuju Mimpi
Bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Justru…
Sebotol Air di Lantai Delapan Belas
Seorang pembersih kaca kehilangan botol airnya di tengah…
Powerbank di Barisan Demonstran
Ucup datang ke demonstrasi dengan bayangan idealisme seperti…
Mimpi di Bawah Gunung Sampah
Di kampung yang berdiri di tepi gunung sampah,…
Tiga Saf Tersisa
Masjid yang dulu penuh perlahan sepi. Seorang pengurus…
Sepeda Ontel dan Jalan Sabar Buk Jam
Sepeda tua, botol jamu, dan doa yang tak…
Azan Terakhir Pak Sam
Seorang pengusaha yang menemukan hidayah lewat azan di…
Rahasia Manis Sumi Cake
Resepnya tidak berubah. Tapi sejak hati orang-orang di…
Ladang Kentang dan Pertolongan yang Tak Terduga
Seorang remaja desa berjuang menjual kentang demi obat…
Dapur yang Tak Pernah Kosong
Di tengah dapur program besar dan angka-angka laporan,…
Bobby, Anak Istimewa yang Menghadirkan Makna Syukur
Setelah dua anak pergi sebelum sempat tumbuh, Pak…
Atma, Ingat Pesan Kunto
Jangan lelah menulis. Menulis mampu menginspirasi. Itulah semangat…
Sepatu Tipis Pak Guru Sartono
Seperti padi yang tak pernah menuntut langit, Sartono…
Astrea Tua yang Tak Mau Pensiun
Ketika ojek daring memenuhi jalan kota, Mbah Sumarto…
Mi Sahur Pukul 02.10
Seorang anak pulang setelah lama merantau dan menikmati…
Ujian Kejujuran di Alun-Alun Rempah
Gerimis sore membawa godaan besar bagi dua bocah…
Anak Pulau dan Ombak yang Menguji Mimpi
Dari perahu bocor hingga lapangan upacara, perjuangan Bisri…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
