Rileks

Seporsi Mi, Sepuluh Hari Antre: Fenomena Miejol Menganti Gresik

116
×

Seporsi Mi, Sepuluh Hari Antre: Fenomena Miejol Menganti Gresik

Sebarkan artikel ini
Miejol Menganti, Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 2 Januari 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Baru sepuluh hari dibuka, Miejol Menganti sudah menjelma magnet baru kuliner Gresik—ramai, hangat, dan penuh cerita tentang pedas yang bikin rindu.

Tagar.co — Sore itu, lalu lintas di Jalan Raya Menganti, Gresik, Jawa Timur, tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan hanya kendaraan yang lalu-lalang, tetapi juga antrean pengunjung yang tampak sabar menunggu giliran menikmati seporsi mi pedas yang sedang naik daun.

Di sanalah, Mie Ojol (Miejol) Menganti, outlet mi yang baru sepuluh hari beroperasi, menyedot perhatian para pencinta kuliner.

Rasa penasaran itulah yang mengantar saya bersama suami, Ari Tri Murdoko (50), serta dua anak kami, Ahmad Wildan Pradana (16) dan Sultan Ahmad Ateem (7), menghabiskan waktu sore di tempat ini, Jumat (2/1/2026).

Miejol Menganti memang baru resmi dibuka pada 24 Desember 2025, tetapi suasananya sudah seperti kedai langganan lama: ramai, hangat, dan penuh obrolan tentang pedas, gurih, dan level mi.

Baca juga: Cafe Jagadjawi Menganti, Hangatnya Pertemuan Sahabat Ambyar di Penghujung 2025

Baca Juga:  Tahu Gimbal, Rasa Legendaris Semarang yang Tetap Dicari

Outlet yang beralamat di Jalan Raya Menganti No. 69, Tlogo Bedah, Hulaan, ini merupakan cabang ke-16 dari jaringan Miejol yang tersebar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan.

Dari luar, bangunannya tampak sederhana, tetapi suasana di dalamnya hidup. Pengunjung silih berganti datang, sebagian besar adalah anak muda dan keluarga yang tampak menikmati suasana santai menjelang malam.

Suasana Miejol Menganti, Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 2 Januari 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Surga Mi dengan Beragam Karakter Rasa

Miejol menjadikan mi sebagai menu utama dengan banyak pilihan karakter rasa:
mi garang (gurih), mi ganas (manis), mi chili oil, mi cheese, mi geprek, mi ramen miejol, hingga mi ramen katsu.

Harga yang ditawarkan ramah di kantong, mulai Rp 10.000 hingga Rp 28.000. Khusus mi garang dan mi ganas, pengunjung bebas memilih tingkat kepedasan dari level 0 hingga level 8.

Namun Miejol tidak berhenti di mi. Etalase menu mereka dipenuhi aneka dimsum yang menggoda:
siomay mentai, siomay ayam, siomay pedas, udang mayo, chicken katsu cheese, chicken katsu mentai, gyoza, pangsit goreng, udang keju, udang rambutan, udang keju pedas, lumpia kulit tahu, hingga ceker ori/pedas serta paket platter isi 12 pcs yang cocok dinikmati bersama keluarga atau teman.

Baca Juga:  Tahu Gimbal, Rasa Legendaris Semarang yang Tetap Dicari

Untuk minuman, pilihan pun tak kalah menggoda. Dari ice chocolate, ice grape berry, ice strawberry, ice lemon tea, ice green thai tea, ice thai tea, es teh manis, hingga menu unik yang diberi nama es penyejuk hati—racikan es, susu, dan sirup mocha yang terasa pas menemani mi pedas.

Penyuka kopi juga dimanjakan dengan pilihan americano, caramel, gula aren, salted caramel, dan vanilla.

Menikmati santap sore di Miejol Menganti, Gresik, Jawa Timur, Jumat, 2 Januari 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Ramah Keluarga, Nyaman untuk Semua

Tak hanya soal rasa, Miejol Menganti juga unggul dari sisi kenyamanan. Tersedia area semi-indoor dan outdoor, musala, wifi gratis, serta fasilitas yang jarang dimiliki kedai mi sejenis: area playground untuk anak-anak. Inilah yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

“Rasanya mantap, nggak perlu jauh-jauh ke Surabaya,” ujar Sultan Ahmad Ateem, anak bungsu saya, sambil menyendok mi kesukaannya.

Antusiasme pengunjung yang belum surut hingga hari ke-10 setelah pembukaan menjadi bukti bahwa Miejol Menganti bukan sekadar tren sesaat. Ia telah menjelma menjadi destinasi kuliner baru di Gresik—tempat berkumpul, berbagi cerita, dan tentu saja menikmati semangkuk mi yang menghangatkan sore.

Baca Juga:  Tahu Gimbal, Rasa Legendaris Semarang yang Tetap Dicari

Jika Anda belum mencobanya, mungkin sudah saatnya mampir dan merasakan sendiri bagaimana semangkuk mi sederhana bisa menghadirkan suasana yang begitu hidup. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni