
Setiap Senin, para pimpinan Al-Fattah Sidoarjo berkumpul mengevaluasi pembelajaran dan disiplin santri. Rapat rutin ini jadi kunci sinergi sekolah dan pesantren menuju mutu pendidikan terbaik.
Tagar.co – Suasana Senin pagi di Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo tak pernah lengang. Setiap pekannya, jajaran pimpinan sekolah dan pesantren berkumpul dalam satu forum koordinasi. Rapat yang digelar secara rutin ini menjadi ruang diskusi antara kepala SMP, SMA, asrama, pesantren, dan para wakil kepala sekolah (waka).
Senin, 21 April 2025, giliran Kepala SMA Al-Fattah, Ustaz Ridwan, S.Pd., M.Pd., memimpin jalannya rapat. Dalam forum yang berlangsung penuh kesungguhan itu, seluruh peserta menyampaikan laporan dan pandangan masing-masing tentang dua hal utama: evaluasi kegiatan sepekan terakhir dan perencanaan kegiatan sepekan ke depan.
Baca juga: Langkah Awal Penuh Makna di Al-Fattah Sidoarjo setelah Idulfitri
“Rapat seperti ini penting untuk menjaga irama antara sekolah dan pondok agar selaras, baik dalam program maupun semangatnya,” ujar Ustaz Ridwan dalam arahannya.
Evaluasi dilakukan menyeluruh, mencakup proses pembelajaran di kelas, kondisi santri, hingga penggunaan sarana dan prasarana. Dari santri yang mulai jenuh pascalibur hingga ruang kelas yang butuh penyesuaian, semua menjadi bahan telaah bersama. Sementara itu, agenda pekan depan disusun agar lebih terstruktur dan responsif terhadap kondisi riil di lapangan.
Salah satu poin penting yang dibahas kali ini adalah soal jam kosong. Ustaz Ridwan menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap waktu-waktu tersebut. “Jam kosong bukan hanya soal guru yang tidak masuk, tapi juga soal bagaimana kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk mendidik karakter santri,” katanya.
Ia juga menekankan perlunya disiplin santri selama proses pembelajaran berlangsung, baik di kelas maupun di lingkungan pesantren. “Kualitas pembelajaran tak hanya soal materi, tapi juga kedisiplinan dan semangat belajar yang terbangun setiap harinya,” tambahnya.
Rapat koordinasi mingguan ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi ruang strategis untuk menyamakan visi dan memperkuat kerja sama antarelemen pesantren. Dengan sistem evaluasi yang berkelanjutan, Pondok Pesantren Al-Fattah terus berupaya mewujudkan pembelajaran yang tidak hanya bermutu secara akademik, tetapi juga membentuk karakter santri secara utuh. (#)
Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni












