
Sebanyak 11 siswa program tahfiz SD Muhammadiyah 16 Surabaya mengikuti Tasmik Al-Qur’an 1 Juz. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter Qurani dan latihan mental tampil di depan umum.
Tagar.co – Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar bergema dari lantai dua gedung Kampus 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya, Sabtu (9/5/2026). Sejak pagi, 11 siswa program tahfiz tampak duduk rapi sambil mempersiapkan diri mengikuti Tasmik Al-Qur’an 1 Juz. Ada yang terlihat tenang, ada pula yang sesekali menunduk mengulang hafalan sebelum maju ke hadapan penguji.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menjadi bagian dari komitmen Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dalam membentuk generasi qurani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter spiritual.
Baca juga: Pembelajaran Kontekstual: Kehidupan Nyata sebagai Ruang Belajar
Para guru dan munakis menyimak hafalan ayat demi ayat yang dilantunkan peserta. Meski ketegangan tampak di wajah beberapa siswa, mereka tetap berusaha menyelesaikan setoran hafalan dengan lancar dan penuh percaya diri.
Kepala Urusan Sumber Daya Insani SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Maulana Muhammad, S.Pd., ST., mengatakan tasmi’ kali ini diikuti 11 siswa dari program tahfidz Al-Qur’an sekolah.
“Hari ini yang mengikuti tasmi’ Al-Qur’an sebanyak 11 siswa dan pelaksanaannya berlangsung di kampus 2, karena kampus 1 sedang digunakan untuk pengambilan seragam calon siswa baru,” ujar Maulana.
Menurutnya, tasmi’ menjadi agenda rutin pembinaan siswa tahfiz untuk mengukur kekuatan hafalan sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum. Ia menilai kemampuan menghafal Al-Qur’an membutuhkan kedisiplinan, konsistensi, dan lingkungan belajar yang mendukung.
“Tasmik Al-Qur’an ini berlangsung hingga pukul 11.30 WIB bersama empat munakis dari guru Sekolah Kreatif, yakni Ustaz Wawan Irawan, Ustazah Nur Azizah, Ustaz Hendri Lukmanurochim, dan Ustaz Ain Fajrul Falah,” tambahnya.

Peserta tasmik berasal dari berbagai jenjang kelas. Untuk tasmik Juz 29 diikuti dua siswa kelas VI, yakni Ainida Talita Hasanah dan Eleisha Ramaniya Afreen.
Sementara tasmik Juz 30 diikuti sembilan siswa, yaitu Naila Megumi, Ishany Imtiyaz, dan Rafie Bahtiyar dari kelas VI; Panji Setyo Wibowo dan Noura Malia dari kelas V; Raih Harmonia dan Khadijah Lashira dari kelas IV; serta Arzafir Aryata dan Azam Izzudin dari kelas III.
Keikutsertaan siswa mulai kelas III hingga VI menunjukkan budaya mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di lingkungan sekolah. Program tahfidz pun menjadi salah satu program unggulan yang dikembangkan untuk menanamkan karakter islami sejak usia dini.
Salah satu munakis, Ustaz Wawan Irawan, mengapresiasi semangat para peserta yang dinilainya memiliki kesiapan baik meski harus menyelesaikan hafalan satu juz dalam sekali duduk.
“Sangat luar biasa motivasi peserta dalam memberikan setoran hafalannya. Sekali duduk mereka bisa melewati satu juz dengan lancar. Meskipun terlihat tegang, alhamdulillah mereka tetap lancar dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan siswa menyelesaikan tasmik tidak lepas dari pembiasaan murajaah yang dilakukan setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah. Dukungan guru pendamping dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam menjaga hafalan anak-anak.
Bagi para peserta, tasmi’ bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga pengalaman yang menantang. Salah satu peserta dari kelas III, Arzafir Aryata, mengaku sempat gugup sebelum tampil di depan penguji.
“Persiapannya sudah lama. Setiap pagi harus murajaah hafalan, dan tadi sempat takut tidak hafal. Alhamdulillah bisa setor dengan lancar,” ucap Arzafir sambil tersenyum lega. (#)
Penulis Ahmad Mahmudi Penyunting Muhammad Nurfatoni












