Feature

Ramadan Semarak di Sekolah Kreatif Baratajaya, Lomba AIK hingga Tahfiz Disambut Meriah

46
×

Ramadan Semarak di Sekolah Kreatif Baratajaya, Lomba AIK hingga Tahfiz Disambut Meriah

Sebarkan artikel ini
Ramadan di Sekolah Kreatif Baratajaya Surabaya tidak hanya menghadirkan suasana ibadah, tetapi juga pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang hidup, meriah, dan penuh makna.
Suasana lomba cerdas cermat di halaman Sekolah Kreatif Baratajaya, Kamis (5/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Ramadan di Sekolah Kreatif Baratajaya Surabaya tidak hanya menghadirkan suasana ibadah, tetapi juga pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang hidup, meriah, dan penuh makna.

Tagar.co – Halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dipenuhi sorak sorai para siswa, Kamis (5/3/2026). Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda.

Anak-anak berdiri berkelompok sambil membawa poster sederhana dan meneriakkan yel-yel penyemangat. Mereka menjadi suporter setia bagi teman-temannya yang berlaga dalam lomba cerdas cermat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Baca juga: Edutainment Baitul Arqam Baratajaya: Belajar Akidah lewat Cerita, Film, dan Diskusi Interaktif

Sekolah yang akrab disebut Sekolah Kreatif Baratajaya ini tengah menggelar rangkaian lomba Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual selama bulan suci, yang dirancang untuk menguatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan kegembiraan dalam beribadah.

Kepala Urusan (Kaur) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Taufik, S.Sos.I., menjelaskan bahwa lomba yang digelar tidak hanya cerdas cermat.

“Rangkaian kegiatan dimulai dari lomba cerdas cermat di halaman sekolah, lomba azan dan dai cilik (dacil) di hall lantai 3, serta lomba tahfiz di hall lantai 4,” ujarnya sebelum acara dimulai.

Baca Juga:  Penutupan Raker PCM Ngagel: Sinergi Diperkuat, Gerak Perserikatan Dipercepat

Menurut Taufik, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi atas materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang telah dipelajari siswa selama Ramadan.

“Cerdas cermat ini adalah kompetisi pemahaman siswa terhadap materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang sudah diajarkan oleh ustaz dan ustazah. Jadi bukan sekadar lomba, tetapi juga penguatan ilmu,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa proses penyisihan telah dilaksanakan dua hari sebelumnya di masing-masing kelas. Dari setiap kelas paralel, dipilih dua kelompok terbaik untuk melaju ke babak final.

“Dari kelas I sampai kelas VI masing-masing diambil dua kelompok terbaik. Pada babak final, kelas I melawan kelas II, kelas III melawan kelas IV, dan kelas V melawan kelas VI,” jelasnya.

Dyandra Mahardhika Ahmad Kasyafani dari kelas 3 Drum penuh percaya diri mengikuti lomba azan di hall lantai 3 Sekolah Kreatif Baratajaya, Kamis (5/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Fahmi Muqoddas, S.Pd., yang bertindak sebagai pemandu lomba, menjelaskan teknis pertandingan dengan penuh semangat.

“Babak pertama adalah adu cepat. Peserta harus memencet bel secepat mungkin. Jika jawabannya benar, mendapat poin. Babak kedua lebih menantang, karena jika memencet bel dan jawabannya salah, nilai akan berkurang,” paparnya.

Ketegangan sekaligus keceriaan tampak jelas di wajah para peserta. Mereka berdiskusi cepat, berbisik strategi, lalu sigap menekan bel ketika yakin dengan jawaban. Di sisi lain, para suporter tak henti memberikan dukungan. Meski sedang berpuasa, semangat mereka tidak surut sedikit pun.

Baca Juga:  Ratusan Warga Ikuti Layanan Kesehatan Gratis dan Santunan Sosial di Blimbing

Kepala Sekolah Elly Rhodlifah, S.H., M.Pd. turut hadir memberikan motivasi sebelum lomba dimulai.

“Selamat berkompetisi. Jaga kekompakan dan sportivitas dalam lomba di bulan Ramadan ini. Puasa jangan dijadikan alasan untuk tidak semangat. Selamat bergembira,” pesannya yang disambut tepuk tangan meriah para siswa.

Sementara itu, di hall lantai 3, gemuruh dukungan suporter juga terdengar tak kalah semangat. Lomba azan dan dai cilik berlangsung dengan penuh antusiasme.

Lantunan azan dari Dyandra Mahardhika Ahmad Kasyafani, siswa kelas 3 Drum, memukau dewan juri dan membuat suasana hening sejenak sebelum disambut tepuk tangan panjang. Suaranya yang lantang dan merdu menghadirkan nuansa masjid di tengah sekolah.

Muhammad Alby Az Zahi Zainsyah dari kelas 4 Fatmawati (pegang microfon) salah satu peserta lomba tahfidz dengan penuh percaya diri mengikuti lomba tahfidz di hall lantai 4 Sekolah Kreatif Baratajaya, Kamis (5/3/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Di hall lantai 4, suasana terasa lebih khusyuk. Para peserta lomba tahfiz maju satu per satu melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Muhammad Alby Az Zahi Zainsyah dari kelas 4 Fatmawati tampil percaya diri saat membacakan Surah Ad-Duha. Pelafalannya yang jelas dan tartil membuat para guru mengangguk bangga.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran agama tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan metode ceramah. Melalui lomba, siswa belajar berkompetisi secara sehat, menguatkan hafalan, melatih keberanian tampil, sekaligus membangun kerja sama tim.

Baca Juga:  Sekolah Kreatif Baratajaya Perkuat Manhaj Muhammadiyah di Ruang Pendidikan

Ramadan di Sekolah Kreatif Baratajaya tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter percaya diri, sportif, dan cinta terhadap ajaran Islam.

Sorak sorai di halaman sekolah, lantunan azan yang menggema, serta ayat-ayat suci yang dilantunkan para siswa menjadi bukti bahwa pendidikan agama dapat dikemas secara menyenangkan sekaligus bermakna.

Dengan semangat kebersamaan dan keceriaan, Ramadan di sekolah ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menguatkan ilmu, iman, dan persaudaraan. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni