
Antusiasme pengelola masjid Muhammadiyah di Jawa Timur terhadap program Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) terus meningkat. Baru dibuka, kuota peserta AM3 Batch 3 langsung habis terisi oleh 12 masjid dari berbagai daerah yang siap memperkuat tata kelola dan pengembangan masjid berbasis tim.
Tagar.co — Antusiasme pengelola masjid Muhammadiyah di Jawa Timur terhadap program Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) sangat tinggi. Baru dibuka, kuota peserta AM3 Batch 3 yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Jawa Timur langsung penuh oleh peserta dari berbagai daerah.
Program yang akan digelar di Masjid Asyifa RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) pada 19–21 Juni 2026 itu merupakan lanjutan dari AM3 Batch 2 di Masjid Al-Fattah Tulungagung pada 1–3 Mei 2026.
Baca juga: 75 Marbot Ikuti AM3 di Tulungagung, Muhammadiyah Siapkan Penggerak Masjid Profesional
Wakil Ketua LPCRPM Jawa Timur, Drs. Ahmad Ridho Pambudi atau yang akrab disapa Kung Ridho, mengatakan tingginya minat peserta menunjukkan semakin besarnya kebutuhan penguatan tata kelola masjid Muhammadiyah.
“Begitu dibuka, kuota langsung terpenuhi. Ini menunjukkan kebutuhan dan semangat penguatan manajemen masjid Muhammadiyah semakin tinggi,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
AM3 Batch 3 akan diikuti oleh 12 masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur. Berbeda dari pola pelatihan sebelumnya, program kali ini menggunakan pendekatan berbasis tim. Setiap masjid mengirimkan satu tim utuh agar hasil pelatihan lebih mudah diterapkan secara langsung di lingkungan masjid masing-masing.

Kung Ridho menjelaskan, konsep “satu tim satu masjid” dirancang untuk memperkuat koordinasi antara LPCRPM, PDM, dan pengelola masjid yang diproyeksikan menjadi masjid unggulan di daerah masing-masing.
“Tidak lagi perorangan dari berbagai masjid dikumpulkan, tetapi satu masjid mengirim satu tim utuh. Ini penting agar ada kesinambungan program dan implementasi di lapangan,” tegasnya.
Setiap tim terdiri atas lima orang dengan komposisi terstruktur, yakni satu orang dari unsur pengelola (PRM, PCM, AUM, atau PDM), dua orang unsur takmir sebagai pengambil kebijakan, serta dua orang dari kalangan pemuda atau remaja masjid yang memiliki kemampuan operasional teknologi, khususnya komputer dan media sosial.
Komposisi tersebut dinilai strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan masjid modern yang tidak hanya kuat dalam aspek ibadah, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan digital dan kebutuhan jamaah.
Kung Ridho menambahkan, melalui model pembinaan ini, LPCRPM Jawa Timur berharap AM3 tidak sekadar menjadi forum pelatihan, melainkan juga menjadi katalis lahirnya masjid-masjid unggulan yang profesional, kolaboratif, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Adapun 12 masjid peserta AM3 Batch 3 yakni:
- Masjid Bustanuttaqwa Garum, Blitar
- Masjid Taqwa Batu
- Masjid Djariyah Mulia Panceng, Gresik
- Masjid Al-Hidayah Muhammadiyah Gempolpading, Pucuk, Lamongan
- Masjid Taqwa Muhammadiyah Sedayulawas, Brondong, Lamongan
- Masjid Darussalam Labuhan, Brondong, Lamongan
- Masjid Ki Bagus Hadikusumo UMLA, Lamongan
- Masjid Abu Bakar Turi, Lamongan
- Masjid Manarul Islam, Kota Malang
- Masjid At-Taqwa, Mojokerto
- Masjid Darul Arqom, Kota Pasuruan
- Masjid Annur Muhammadiyah, Sidoarjo. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni












