
Atrium Icon Mall Gresik berubah menjadi ruang inovasi pelajar. Beragam karya teknologi, kesehatan, literasi, hingga entrepreneur dipamerkan siswa Smamsatu dalam festival yang memadukan kreativitas dan nilai karakter.
Tagar.co — Atrium Icon Mall Gresik akhir pekan ini terasa berbeda. Deretan jas almamater oranye khas SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik memenuhi area pameran, menghadirkan atmosfer layaknya “Silicon Valley” versi pelajar. Namun lebih dari sekadar unjuk karya, para siswa menunjukkan satu hal penting: masa depan pendidikan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga karakter dan passion.
Melalui gelaran Technopassion Fest 2026 yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026), Smamsatu sukses menarik perhatian masyarakat, terutama calon wali murid tahun ajaran 2026–2027. Mereka datang bukan hanya untuk melihat pameran karya siswa, tetapi juga berdiskusi tentang tantangan masa depan anak-anak di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Baca juga:Exprezzone Smamsatu Gresik Resmi Dibuka, Hadirkan Pameran dan Workshop Kreatif
Suasana semakin hidup saat sesi FutureTech Talks digelar di panggung utama. Dosen ITS sekaligus content creator, Tyas Ajeng Nastiti, S.T., M.Ds., mengupas pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Dipandu moderator Terry Angria Putri Perdana, S.Pd., Tyas menegaskan bahwa program Prodistik ITS yang diterapkan di Smamsatu menjadi salah satu jalur strategis bagi siswa untuk berkembang sebagai talenta teknologi masa depan.
“Anak-anak hari ini tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus siap menjadi pencipta dan inovator,” ujarnya di hadapan pengunjung.
Bukti nyata terlihat dari sosok Said Faruq Bahasuan, siswa kelas XII Saintek 5 yang turut berbagi pengalaman inspiratif. Peraih juara nasional ajang Procommit ITS itu membuktikan bahwa minat pada dunia komputer yang diasah sejak dini mampu berkembang menjadi prestasi nasional berkat dukungan sekolah.

Namun daya tarik Technopassion Fest tidak hanya datang dari dunia digital. Pemandangan menarik justru tampak saat siswa Passion Tahfidz berdiskusi hangat dengan siswa Passion Elektro, Psikologi, hingga Farmasi. Di tengah kemajuan teknologi, nilai spiritualitas dan empati tetap mendapat ruang yang sama pentingnya.
Firash Ardhia, siswa kelas X-5 dari lini Tahfidz, mengaku kagum melihat berbagai inovasi karya teman-temannya di bidang teknologi. Di sisi lain, stan Psikologi dan Kesehatan Masyarakat yang dipandu Quinsha Naura Putri dipadati pengunjung yang ingin berkonsultasi sekaligus memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis.
Nuansa interaktif juga terasa di area Entrepreneur. Ricko Gahral Adisyach mengajak pengunjung mencoba permainan pemasaran digital berbasis QR code. Sementara itu, di stan Farmasi, Faizah Amira dengan antusias memperkenalkan produk inovasi berbahan bunga telang hasil riset mandirinya.

Tak kalah menarik, pojok Literasi yang digawangi Sheila bersama IPM menghadirkan konsep membaca yang kreatif dan menyenangkan, membuktikan bahwa budaya literasi tetap relevan di tengah era digital.
Kepala Smamsatu Gresik, Nurul Ilmiyah, S.Pd., menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bagi pendidikan berbasis karakter dan minat bakat.
“Kami ingin orang tua yakin bahwa di Smamsatu, anak-anak tidak dipaksa menjadi seragam. Mereka tumbuh sesuai passion masing-masing, tetapi tetap memiliki fondasi karakter yang kuat,” tegasnya.
Technopassion Fest 2026 masih terbuka untuk umum hingga Ahad, 10 Mei 2026. Melalui ajang ini, Smamsatu tidak sekadar memamerkan karya siswa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana generasi muda sedang menyiapkan masa depan—dengan kreativitas, teknologi, dan nilai kemanusiaan berjalan beriringan.
Jurnalis Dwi Ayu Kurniawati Penyunting Mohammad Nurfatoni












