Feature

Nuansa Betawi Hangatkan Pembukaan Haflah Akhirissanah Smamdela

66
×

Nuansa Betawi Hangatkan Pembukaan Haflah Akhirissanah Smamdela

Sebarkan artikel ini
Tari sambutan mengiringi para purnasiswa memasuki ruangan di acara Haflah Akhirissanah XXXVI di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Ahad, 10 Mei 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Tari sambutan bernuansa Betawi membuka Haflah Akhirissanah Smamdela 2026 dengan suasana hangat, meriah, dan penuh kekeluargaan.

Tagar.co — Langkah anggun dua penari berkostum Betawi perlahan menyita perhatian tamu undangan di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik, Ahad (10/5/2026). Iringan musik tradisional yang mulai mengalun membuat suasana ruangan berubah hangat ketika prosesi Haflah Akhirissanah SMA Muhammadiyah 8 Cerme (Smamdela) resmi dibuka.

Fitri Hafsha Yasmin dari kelas XI IPS bersama Niken Almira kelas X C tampil memimpin tari penyambutan peserta haflah akhirissanah. Balutan busana khas Betawi yang dipadukan sentuhan modern membuat penampilan keduanya tampak elegan saat mengiringi para wisudawan dan wisudawati memasuki ruangan.

Baca juga: Kepala Smamdela: Prestasi Saja Tak Cukup, Lulusan Harus Menjadi Teladan

Gerakan tangan yang lembut, langkah yang selaras, serta senyum ramah yang terus mengembang menghadirkan nuansa akrab sejak awal acara.

Penampilan tersebut bukan sekadar pembuka seremoni, melainkan simbol penghormatan atas perjalanan panjang para siswa yang telah menyelesaikan masa belajar mereka di Smamdela.

Baca Juga:  Bangkit dari Sakit, Queen Juara Pencak Silat IPSI Cup Lamongan 2026

Ratusan tamu yang hadir tampak menikmati setiap gerakan tari yang dibawakan penuh penghayatan. Beberapa orang tua terlihat mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka. Sorot mata kagum pun tertuju pada para penari yang tampil percaya diri di hadapan tamu undangan.

Tari adat Betawi di acara Haflah Akhirissanah XXXVI di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Ahad, 10 Mei 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Di sepanjang pertunjukan, Fitri dan Niken beberapa kali saling memberi isyarat kecil demi menjaga kekompakan gerakan. Kepemimpinan keduanya membuat tarian berlangsung rapi dan memukau hingga akhir penampilan. Tepuk tangan meriah langsung menggema memenuhi hall begitu tarian selesai dipersembahkan.

“Kami hanya latihan selama kurang lebih tiga pekan saja tanpa pelatih,” ungkap Niken Almira, salah satu penari.

Meski dipersiapkan dalam waktu singkat, tarian tersebut berhasil menghadirkan perpaduan suasana sakral dan meriah dalam Haflah Akhirissanah Smamdela 2026. Di tengah dekorasi megah Hall Sang Pencerah, penampilan itu menjadi pembuka perjalanan penuh kenangan bagi para siswa yang akan melangkah ke jenjang berikutnya.

Bagi para siswa, tari sambutan itu bukan hanya bagian dari seremoni kelulusan, tetapi juga wujud kebersamaan, kreativitas, dan kerja sama yang terbangun selama menempuh pendidikan di sekolah. Lewat gerakan yang harmonis dan senyum tulus para penari, sambutan hangat itu meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu dan wisudawan yang hadir. (#)

Baca Juga:  Ardan dan Cerita yang Tidak Selalu Utuh

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni