Feature

Santri Kader Ulama eLKISI Perdalam Fikih Hadis bersama Syekh Jamal Mahmud Al-Adeniy

61
×

Santri Kader Ulama eLKISI Perdalam Fikih Hadis bersama Syekh Jamal Mahmud Al-Adeniy

Sebarkan artikel ini
Peserta Daurah Malang Tafaqquh bersama Syekh Dr. Jamal Mahmud Al-Adeniy di Masjid Al-Mahmudi, Mahad Faqih Utsman, Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Ahad (27/4/25). (Tagar.co/Istimewa)

Tiga santri kader ulama eL-KISI memperdalam fikih hadis bersama Syaikh Dr. Jamal Mahmud Al-Adeniy, memperkaya sanad keilmuan dan semangat dakwah masa depan.

Tagar.co — Semangat menuntut ilmu terpancar dari wajah para santri kader ulama Program Pendidikan Intensif Kaderisasi Ulama (PPIC) eLKISI Mojokerto saat mengikuti Daurah Malang Tafaqquh di Masjid Al-Mahmudi, Mahad Faqih Utsman, Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Ahad (27/4/25).

Tiga santri PPIC eLKISI—Naila Asma Karimah, Almira Syifa, dan Roshna Aftira—terjun langsung dalam acara bertema “Mengupas Kitab Al-Arba’una fil-Ahkam” karya Al-Hafidz Al-Mundziri. Kitab ini memuat 40 hadis penting yang menjadi dasar hukum fikih. Sebagai pembimbing utama, hadir Syekh Dr. Jamal Mahmud Al-Adeniy, pakar fikih dan hadis dari kota Aden, Yaman.

Baca juga: Santri Kader Ulama Pondok Pesantren Islamic Center Elkisi Daurah di Madinah

Sejak pagi, tepat pukul 08.00 WIB, para peserta telah memenuhi aula masjid. Dalam suasana khidmat namun penuh semangat, mereka menyimak penjelasan Syekh Jamal hingga acara berakhir pada 11.30 WIB. Untuk menjaga energi, panitia menyelingi sesi belajar dengan jeda coffee break selama 15 menit.

Baca Juga:  Menanti Magrib dari Rooftop Al-Azhar Kairo

Bukan sekadar mendengarkan, para peserta juga mendapatkan fasilitas istimewa: kitab daurah gratis, ijazah sanad bersambung langsung kepada Al-Hafidz Al-Mundziri, rekaman materi, serta kudapan ringan. Kesempatan ini disambut antusias oleh santri PPIC eLKISI.

“Alhamdulillah, mendapatkan sanad langsung dari ulama besar merupakan anugerah luar biasa. Ini menjadi motivasi besar untuk terus mendalami ilmu agama,” ujar Naila Asma Karimah penuh syukur.

Tak hanya hadir secara fisik, daurah ini juga disiarkan melalui live streaming, membuka akses bagi mereka yang ingin menimba ilmu namun berhalangan hadir.

Bagi para santri PPIC eLKISI, keikutsertaan dalam daurah ini menjadi langkah penting dalam memperkaya wawasan fikih berbasis hadis, memperkuat sanad keilmuan, serta memperkokoh tekad menjadi kader ulama yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap membimbing umat.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Mahad Faqih Utsman, Malang Tafaqquh, dan Fawaed Syafi’iyyah—sebuah upaya konkret membumikan tradisi ilmiah di kalangan generasi muda Islam. (#)

Jurnalis Nailul Rohmatul Muwafaqoh Penyunitng Mohammad Nurfatoni