Rileks

Menanti Magrib dari Rooftop Al-Azhar Kairo

152
×

Menanti Magrib dari Rooftop Al-Azhar Kairo

Sebarkan artikel ini
Para mahasiswi Al-Azhar menikmati suasana senja Ramadan sambil menanti azan Magrib di rooftop Ma’had Al-Azhar, Kairo, sebelum berbuka puasa bersama dalam kegiatan pembinaan spiritual yang diselenggarakan Markaz Tathwīr. (Tagar.co/Usama Nabhan Assidiqy)

Puluhan mahasiswi Al-Azhar menghidupkan Ramadan dengan halaqah Al-Qur’an, mendengar nasihat ulama tentang Lailatulqadar, lalu berbuka bersama sambil menikmati senja dari rooftop ma’had di Kota Kairo.

Catatan Usama Nabhan Assidiqy; Musyrif Markaz Lughah eLKISI Mojokerto dari Kairo, Mesir

Tagar.co – Sore Ramadan di Kota Kairo selalu menghadirkan suasana yang sulit dilupakan. Kairo, 11 Maret 2026, langit perlahan berubah menjadi jingga keemasan, angin senja berhembus lembut di antara gedung-gedung kota, dan dari berbagai penjuru terdengar lantunan tilawah Al-Qur’an yang menenangkan hati.

Dalam atmosfer yang khusyuk itulah sebuah kegiatan penuh makna berlangsung di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm Al-Lughah Al-‘Arabiyyah li Al-Nāṭiqīn bihā, yang beralamat di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo.

Baca juga: Pemuda: Nyawa Dakwah dan Tiang Peradaban

Gedung yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari asrama Markaz Lughah itu sore itu menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswi Markaz Lughah eLKISI Banat. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan yang memadukan halaqah Al-Qur’an, tausiah ilmiah, tur akademik, hingga buka puasa bersama.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Markaz Tathwīr atas arahan langsung Syeh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari sebagai bagian dari pembinaan ilmiah dan spiritual bagi para mahasiswi yang tengah menempuh perjalanan menuntut ilmu di lingkungan Al-Azhar.

Sekitar 50 mahasiswi Al-Azhar, baik dari angkatan tahun ini maupun angkatan sebelumnya, hadir mengikuti kegiatan tersebut. Mereka didampingi oleh para musyrif dan musyrifah Markaz Lughah, di antaranya Ustazah Haqqiya, Lc., Dipl., Ustazah Elly, Ustaz Usama Nabhan, Lc., Ustaz Hisyam, serta Ustaz Abyanrafa.

Baca Juga:  eLKISI–Al-Azhar Perkuat Kolaborasi, Jalur Studi ke Mesir Lebih Jelas

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari jajaran Markaz Tathwīr. Beberapa tokoh turut hadir memberikan dukungan terhadap pembinaan akademik dan spiritual tersebut, di antaranya Dr. Muhammad Baha Al-Azhari dan Dr. Muwaffaq Al-Azhari.

Menghidupkan Ramadan dengan Halaqah Al-Qur’an

Rangkaian kegiatan dimulai dengan halaqah Al-Qur’an. Para mahasiswi duduk melingkar, membaca dan menyimak ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian.

Suasana ruangan terasa hening dan khusyuk. Lantunan tilawah yang bergema di antara dinding-dinding ma’had seakan membawa ketenangan tersendiri.

Di tengah kesibukan kehidupan akademik para penuntut ilmu di Al-Azhar, halaqah seperti ini menjadi pengingat bahwa perjalanan ilmiah seorang mahasiswa tidak pernah terlepas dari kedekatan dengan Al-Qur’an.

Setelah halaqah, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah dari Syeh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari.

Dalam nasihatnya, beliau mengangkat tema tentang keutamaan malam Lailatulqadar dan kaitannya dengan kehidupan seorang ṭālib al-‘ilm.

Menurut beliau, seorang penuntut ilmu tidak hanya dituntut bersungguh-sungguh dalam belajar, tetapi juga harus menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah dan munajat kepada Allah.

Ia menegaskan bahwa keberkahan ilmu sering kali lahir dari malam-malam yang dihidupkan dengan doa, tilawah, dan keikhlasan, terutama pada malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Baca Juga:  eLKISI Bahas Minimnya Dai di Kawasan Minoritas Muslim

Nasihat itu disimak dengan penuh perhatian oleh para mahasiswi. Bagi mereka, pesan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara ketekunan akademik dan kekuatan spiritual.

Suasana halaqah Al-Qur’an di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā, Kairo. Para mahasiswi duduk melingkar membaca dan menyimak ayat-ayat Al-Qur’an sebelum mendengarkan tausiyah dari Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari tentang keutamaan malam Lailatulqadar. (Tagar.co/Usama Nabhan Assidiqy)

Menjelajah Markaz Bahasa Al-Azhar

Usai tausiah, para peserta diajak berkeliling gedung Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm Al-Lughah Al-‘Arabiyyah li Al-Nāṭiqīn bihā.

Dalam tur singkat itu, para mahasiswi diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang terdapat di dalam gedung markaz tersebut.

Mulai dari ruang pembelajaran bahasa Arab, ruang diskusi akademik, hingga fasilitas penunjang kegiatan ilmiah lainnya dijelaskan secara langsung. Tur ini memberikan gambaran lebih luas mengenai peran lembaga tersebut sebagai salah satu pusat penting dalam pengajaran bahasa Arab bagi pelajar dari berbagai negara.

Bagi sebagian mahasiswi, kunjungan itu juga menjadi pengalaman berharga untuk melihat lebih dekat bagaimana sistem pembelajaran bahasa Arab internasional dijalankan di lingkungan Al-Azhar.

Senja Ramadan di Atap Kairo

Menjelang waktu berbuka puasa, para peserta diarahkan menuju rooftop gedung.

Dari tempat itu, pemandangan Kota Kairo terbentang luas. Matahari perlahan turun di ufuk barat, memantulkan cahaya jingga yang lembut di langit kota.

Senja Ramadan di Kairo terasa begitu memikat.

Para mahasiswi tampak antusias mengabadikan momen sunset Mesir dari ketinggian gedung tersebut. Kamera ponsel silih berganti menangkap panorama langit yang perlahan berubah warna.

Baca Juga:  Tauhid sebagai Spiritual Power: 350 Siswa Smamda Ikuti Darul Arqam di eLKISI

Bagi mereka, momen itu menjadi salah satu kenangan yang paling membekas—perpaduan antara Ramadan, persahabatan, dan keindahan langit Kairo.

Mahasiswi Markaz Lughah eLKISI Banat bersama para pengajar dan pengelola Markaz Tathwīr berfoto bersama di depan gedung Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm Al-Lughah Al-‘Arabiyyah li Al-Nāṭiqīn bihā, Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo, sebelum rangkaian kegiatan Ramadan yang meliputi halaqah Al-Qur’an, tausiyah, dan buka puasa bersama. (Tagar.co/Usama Nabhan Assidiqy)

Buka Puasa yang Menghangatkan Ukhuah

Tak lama kemudian, azan Magrib berkumandang.

Para peserta pun berbuka puasa bersama di rooftop gedung. Hidangan yang tersaji berupa nasi biryani gurih bertabur kismis, dipadukan dengan lauk khas Mesir kofta, serta kurma dan minuman ‘ashir yang menyegarkan.

Namun, buka puasa itu bukan sekadar menikmati hidangan.

Ia menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah di antara para mahasiswi, para pengajar, dan pengelola markaz. Percakapan hangat, canda ringan, dan senyum kebersamaan mengisi suasana senja yang perlahan berubah menjadi malam.

Di tengah kehidupan mahasiswa internasional yang penuh tantangan, momen-momen seperti ini menghadirkan rasa kekeluargaan yang hangat di tanah perantauan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan menuntut ilmu di Al-Azhar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ia juga tumbuh melalui nasihat para ulama, kebersamaan dalam ibadah, serta pengalaman spiritual yang memperkaya perjalanan para penuntut ilmu.

Di bumi Kairo, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia juga menjadi ruang untuk meneguhkan iman, memperdalam ilmu, dan merawat ukhuwah di antara para pencari ilmu dari berbagai penjuru dunia. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni