
Kunjungan ke Kairo Mesir menjadi momentum penting bagi eLKISI Mojokerto dalam memperluas kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan riset Islam.
Tagar.co — Pimpinan eLKISI Mojokerto melakukan kunjungan koordinasi ke Qitak Ma’had Al-Azhar Mesir, Ahad (5/4/26). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional dalam pengembangan pendidikan Islam.
Rombongan dipimpin oleh Direktur eLKISI Fathur Rohman dan disambut langsung oleh Ayman Abd Al-Ghani. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Baca juga: Di Tengah Ketatnya Visa Mesir, 87 Santri eLKISI Mojokerto Berangkat ke Al-Azhar
Dalam sambutannya, Fathurrahman Fadhil menyampaikan apresiasi atas dukungan Ma’had Al-Azhar terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Ia menegaskan komitmen eLKISI untuk terus memperluas kerja sama strategis guna meningkatkan mutu pendidikan, baik dari sisi kurikulum, pengajaran, maupun penguatan kelembagaan.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. Ke depan, eLKISI berkomitmen memperkuat sinergi ini demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ayman Abd Al-Ghani menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap eLKISI dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing. Pihaknya juga menegaskan kesiapan untuk terus mendukung berbagai program kolaboratif antara kedua institusi.
“Kami berharap eLKISI mampu menjadi salah satu rujukan pendidikan Islam di Indonesia. Al-Azhar siap mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kerja sama berkelanjutan,” tuturnya.
Kunjungan ini turut dihadiri sejumlah pengurus eLKISI, di antaranya Hairul Warasin, Ahmad Abdul Azhim, Muchtar Sudibyo, serta Muhammad Dhia.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan studi Islam. Selain itu, turut dibahas langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di kedua negara. (#)
Jurnalis Hairul Warizin Penyunting Mohammad Nurfatoni












