
Di tengah lonjakan permohonan visa pelajar Mesir, eLKISI Mojokerto menjadi salah satu lembaga yang berhasil menuntaskan proses keberangkatan 87 santrinya ke Universitas Al-Azhar.
Tagar.co — Sebanyak 87 santri dari Markaz Lughah eLKISI dan Azhari eLKISI, Pungging, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, resmi diberangkatkan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Selasa (9/12/25).
Keberangkatan ini menjadi penanda berakhirnya proses panjang dan dinamis dalam pengurusan visa pelajar yang pada tahun ini berlangsung lebih ketat dibanding periode sebelumnya.
Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu masa tersulit bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Mesir. Lonjakan pendaftar menyebabkan Kedutaan Besar Mesir di Jakarta menampung lebih dari 5.000 paspor sejak awal Oktober.
Proses verifikasi berlangsung berlarut sehingga banyak lembaga pendidikan dan agen mediator memilih menunda atau mundur dari pengurusan visa.
Baca juga: PPIC eLKISI Melepas 87 Santri Menuju Al-Azhar Kairo
Dalam kondisi tersebut, Markaz Lughah eLKISI Mojokerto menjadi salah satu lembaga yang mampu menuntaskan seluruh proses administrasi. Melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak serta pendampingan administrasi yang konsisten, para santri yang memenuhi syarat akhirnya mendapatkan visa pelajar resmi dari pemerintah Mesir.
“Tahun ini benar-benar penuh ujian. Banyak lembaga berhenti di tengah jalan karena prosesnya sangat ketat. Tetapi alhamdulillah, dengan pertolongan Allah Taala, kerja keras tim, dan dukungan orang tua, kami bisa mengantarkan para santri memperoleh visa pelajar yang sangat didambakan,” ujar Ardhian Zahroni, salah satu pimpinan Markaz Lughah eLKISI Mojokerto, Kamis (11/12/25)

Menurutnya, pengetatan visa oleh pemerintah Mesir berkaitan dengan meningkatnya jumlah pendatang asing dan penyesuaian kapasitas penerimaan mahasiswa internasional. Dari ribuan permohonan yang masuk, hanya sekitar seribuan visa pelajar yang diterbitkan setelah lolos seluruh persyaratan administrasi dari Universitas Al-Azhar dan Kedubes Mesir.
Bagi mahasiswa Indonesia, visa pelajar memiliki peran penting karena memberikan kepastian hukum, masa tinggal yang jelas, serta kemudahan administrasi selama menempuh studi. Tidak mengherankan apabila penerbitan visa menjadi tahapan krusial yang sangat ditunggu sebelum keberangkatan.
Dalam acara pelepasan, para santri terlihat mempersiapkan diri untuk studi dan kehidupan baru di Mesir. Mereka membawa harapan untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik Al-Azhar sekaligus menjaga nama baik lembaga.
Keberangkatan 87 santri ini sekaligus menguatkan posisi eLKISI sebagai lembaga yang konsisten memfasilitasi pendidikan lanjutan ke Timur Tengah dan menjadi pendorong bagi generasi berikutnya yang ingin menimba ilmu di Al-Azhar. (#)
Jurnalis Agung Purwono Penyunting Mohammad Nurfatoni












