
Meskipun salat Duha disunahkan untuk dikerjakan sendiri-sendiri, sebagai latihan dan pembiasaan sejak dini, anak-anak diajak untuk melaksanakannya secara berjemaah.
Tagar.co – Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 41 Menganti, Gresik, Jawa Timur, membiasakan anak didiknya untuk melaksanakan salat Duha setiap hari. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembiasaan religius yang diterapkan di sekolah tersebut, seperti yang terpantau pada Selasa (14/1/2025).
Salat Duha dilaksanakan di ruang kelas masing-masing. Salat sunah yang dilakukan pada pagi hari ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya pahala, pengampunan dosa, dan kemudahan dalam mendapatkan rezeki yang halal serta berkah. Selain itu, Allah Swt juga menjanjikan rumah yang terbuat dari emas di surga bagi yang melaksanakannya.
“Setiap hari Senin, anak-anak kami minta untuk membawa perlengkapan salat, yaitu sajadah dan mukena bagi yang perempuan. Untuk anak laki-laki, cukup membawa sajadah saja,” ungkap Nofia Firdawati, guru Kelompok B Butterfly.
Baca juga: Estafet Bola Piring: Serunya Ice Breaking di TK Aisyiyah 41 Menganti
Nofia Firdawati, yang akrab disapa Opi, menjelaskan perlengkapan salat yang dibawa anak-anak disimpan di sekolah dan baru dibawa pulang pada hari Jumat untuk dicuci di rumah. Kemudian, pada hari Senin, perlengkapan tersebut dibawa kembali ke sekolah.
“Salat Duha ini menjadi kegiatan yang wajib dilakukan setiap pagi hari sebelum pembelajaran,” terang Opi. Meskipun salat Duha disunahkan untuk dikerjakan sendiri-sendiri, sebagai latihan dan pembiasaan sejak dini, anak-anak diajak untuk melaksanakannya secara berjemaah.
Berebut Jadi Imam
Karena dilakukan secara berjemaah, terkadang anak-anak berebut ingin menjadi imam. Salah satunya adalah Azani Malino Haridiansyah yang selalu ingin menjadi imam saat pelaksanaan salat duha.
Melalui kegiatan salat Duha ini, anak-anak diajak untuk menghafalkan doa-doa salat sekaligus mempraktikkan gerakan salat yang benar. Setelah selesai salat duha, mereka diajak untuk berzikir bersama dan menghafalkan doa setelah salat.
Perempuan kelahiran 11 November 1988 ini menuturkan, melalui kegiatan salat Duha, selain belajar tata cara salat dengan gerakan yang benar, anak didiknya juga belajar tentang kepedulian terhadap sesama. Salah satunya dengan berbagi sajadah kepada teman yang tidak membawa.
“Bukan hanya itu, di TK Aisyiyah 41 Menganti ini, anak-anak kami biasakan untuk menghafal surah-surah pendek selepas salat duha,” tuturnya.
Harapannya, setelah lulus dari TK Aisyiyah 41 Menganti, anak-anak sudah dapat menghafal juz 30 dengan lafal yang baik dan benar sehingga dapat meneruskan hafalannya di jenjang pendidikan selanjutnya.
“Semoga anak-anak didik kami menjadi generasi Islam yang saleh dan salihah serta taat beribadah di mana pun mereka berada,” ujarnya. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












