Feature

Rombongan SD Mugres Curi Perhatian Ribuan Penonton Gebyar Karnaval HUT Ke-80 RI

38
×

Rombongan SD Mugres Curi Perhatian Ribuan Penonton Gebyar Karnaval HUT Ke-80 RI

Sebarkan artikel ini
Penampilan pandu Hizbul Wathan menambah semarak karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia. (Tagar.co/Abizar Purnama)

Rombongan SD Mugres Kampus A memukau ribuan penonton karnaval HUT ke-80 RI di Kecamatan Gresik. Kolaborasi seni, budaya, dan kostum unik berhasil curi perhatian.

Tagar.co — Sabtu (23/8/2025) wajah Gresik Kota berubah semarak. Jalanan utama yang menghubungkan Mal Gresik di Jalan Gubernur Suryo hingga Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) penuh ribuan warga yang berjejer di kanan-kiri. Mereka datang bukan sekadar menonton, melainkan ikut merayakan Karnaval Semarak HUT Ke-80 Republik Indonesia. Ini perhelatan tahunan yang rutin digelar Pemerintah Kecamatan Gresik.

Di antara puluhan rombongan peserta, rombongan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A turut tampil. Membawa nomor urut 5 sebagai bagian dari kelompok Kelurahan Kemuteran.

Mereka hadir dengan formasi penuh warna, kolaborasi lintas bakat, serta kreativitas yang berhasil menyedot perhatian penonton. Bahkan, sorak-sorai penonton semakin ramai ketika rombongan ini melintas dengan penuh percaya diri. Alunan musik karawitan turut memeriahkan suasana.

Dari Cak-Yuk hingga Cosplay Tokoh Nasional

Sejak awal, barisan Cak-Yuk Mugres yang menampilkan guru dan pegawai dengan busana khas Gresikan sudah mencuri perhatian. Senyum ramah mereka mengiringi langkah tegap Pandu Hizbul Wathan (HW) yang membawakan yel-yel semangat dan bendera. Di belakangnya, barisan pendekar cilik Tapak Suci memperlihatkan gerakan silat penuh energi.

Baca Juga:  Semangat Reafirmasi Dakwah Muhammadiyah di Banjar

Tak kalah menarik, atraksi seni Pencak Macan menghadirkan figur harimau yang bergerak lincah. Sesekali menyalami penonton hingga membuat anak-anak kecil bertepuk tangan kegirangan. Sementara itu, karawitan Mentari Budaya menabuh gamelan dengan irama rancak, menyatukan suasana atraksi dengan alunan tradisi.

Rombongan ini makin lengkap dengan kostum unik berbahan daur ulang. Kostum tersebut membawa pesan nyata tentang kepedulian lingkungan. Murid-murid tampil dengan pakaian berhias kertas bekas, plastik, dan bahan tak terpakai lainnya, namun terangkai menjadi busana artistik.

Penonton juga kagum dengan cosplay tokoh pewayangan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong atau yang lebih terkenal dengan Panakawan. Para murid totalitas memerankannya dengan pakaian dan rias wajah yang mendukung.

Tak tertinggal, beberapa guru dan pegawai, bahkan kepala sekolah juga turut ambil bagian. Ada yang memerankan K.H. Ahmad Dahlan dengan serban, surjan, dan biola di tangan. Sementara seorang lainnya tampil sebagai Siti Walidah penuh wibawa. Ada pula sosok Maulana Malik Ibrahim, serta peran nelayan Gresik yang mencerminkan identitas lokal pesisir.

Baca Juga:  Capaian Gemilang Siswa Spemdalas Alesha Sabrina Sakhi di Ajang Panahan Tingkat Provinsi

Turut berjalan di dalam rombongan itu Lurah Kemuteran M. Rizal Ghitfri, S.Kep., Ns., M.Epid. beserta staf kelurahan. Mereka menonjolkan penutup kepala songkok beludru hitam sebab Kemuteran terkenal sebagai Kampung Songkok.

Selain itu, ada pula rombongan dari SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu). Kolaborasi semakin mempertegas kebersamaan antara lembaga pendidikan dan pemerintah kelurahan dalam merayakan hari kemerdekaan.

Cosplay tokoh K.H. Ahmad Dahlan dan Siti Walidah berpadu dengan tokoh wayang Panakawan dalam karnaval rombongan SD Mugres. (Tagar.co/Abizar Purnama)

Kolaborasi Atraksi Hipnotis Penonton

Puncak perhatian terjadi di sepanjang rute ketika rombongan SD Mugres menggelar pertunjukan kolaborasi Pandu HW, Tapak Suci, seni Pencak Macan, dan Karawitan Mentari Budaya. Dengan formasi yang rapi, Pandu HW mengawali dengan pekik semangat.

Kemudian berlanjut jurus-jurus silat Tapak Suci yang berpadu dengan gerakan Pencak Macan. Karawitan yang mengiringi menjadikan atraksi ini tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga memanjakan telinga penonton.

Tepuk tangan dan sorakan “Hidup Mugres!” beberapa kali terdengar dari kerumunan warga. Banyak yang mengabadikan momen lewat kamera ponsel. Bahkan ada yang rela berdesakan hanya untuk melihat lebih dekat.

Kepala SD Mugres Kampus A, Luluk Subaidah, S.Pi., S.Pd., menyampaikan rasa bangganya. “Kami tidak sekadar ikut karnaval, tapi ingin menunjukkan bahwa sekolah bisa menjadi pusat kreativitas, budaya, dan sportivitas. Anak-anak, guru, hingga pegawai semua terlibat. Inilah bentuk nasionalisme yang riang dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Baca Juga:  IsmuTrip, Cara SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo agar Siswa Belajar dari Alam, Dekat dengan Allah

Jadi Vitamin

Sementara itu, Nurindah Zamania, S.Pd., Kepala Urusan Kesiswaan sekaligus koordinator lapangan rombongan Mugres, mengungkapkan bahwa persiapan mereka sudah jauh hari. “Karnaval ini hasil kerja sama. Anak-anak berlatih silat, gamelan, hingga latihan jalan formasi,” terangnya.

Ia mengungkap tantangannya selama latihan cukup besar. “Tapi semua terbayar saat melihat antusiasme penonton. SD Mugres tampil bukan hanya mewakili sekolah, tapi juga Kelurahan Kemuteran,” jelas Rinda, sapaannya, dengan wajah sumringah.

Bagi warga Gresik, kehadiran SD Mugres dalam karnaval tahun ini seolah menjadi vitamin tambahan. “Warna-warni busana, lantang suara yel-yel, hingga irama gamelan memberi nuansa tersendiri di antara deretan rombongan lain,” pungkas Rinda. (#)

Jurnalis Abizar Purnama Penyunting Sayyidah Nuriyah