
(Tagar.co/Aminulloh F. Roziqi)
Rapat Kerja SMA Muhiba 2025 bukan sekadar agenda rutin. Di balik semangat kebersamaan para guru, tumbuh harapan besar: sekolah yang visioner, guru yang adaptif, dan komitmen menguatkan literasi digital demi pendidikan yang unggul dan relevan zaman.
Tagar.co – Udara Tuban yang sejuk menyambut hangat rombongan guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari SMA Muhammadiyah 1 Babat (SMA Muhiba), Lamongan, Selasa pagi, 8 Juli 2025. Sebanyak 45 peserta berkumpul di Hotel Mustika untuk mengikuti rapat kerja (raker) tahunan yang mengusung tema “Bergerak Bersama, Wujudkan Sekolah Unggul dan Inovatif.”
Raker tahun ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah, memperkuat kolaborasi, serta menegaskan komitmen seluruh elemen sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Baca juga:Raker SMA Muhiba: Menyulam Kebersamaan, Menenun Inovasi
Kegiatan dibuka dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan. Salah satu sesi penting adalah pengarahan dari Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PCM Babat, Edy Yusuf. Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Pak Edy itu menekankan pentingnya kepemimpinan visioner di lingkungan sekolah.
“Untuk mewujudkan sekolah unggul dan inovatif, kita butuh pemimpin yang tidak hanya punya arah, tapi juga piawai dalam manajerial—dari keuangan, sumber daya insan, hingga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tuturnya mantap.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pemimpin pendidikan harus bersifat instruksional: mampu membaca kebutuhan, cepat bertindak menyelesaikan kendala teknis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Namun, tantangan kemajuan tidak hanya dibebankan pada pemimpin.
“Seluruh GTK juga harus berkompeten. Cinta terhadap tempat kerja mesti diwujudkan melalui pembelajaran yang menyenangkan, lingkungan yang bersih, dan semangat meningkatkan angka kredit,” imbuhnya.

Isu literasi digital turut mendapat sorotan. Pak Edy mengingatkan bahwa generasi Z membutuhkan pendekatan pedagogis yang relevan dengan zaman. “Guru harus melek digital. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat jejaring dengan alumni dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam memajukan sekolah.
Pemaparan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta. Sorak semangat memuncak saat seluruh peserta bersama-sama mengumandangkan jargon khas sekolah: “SMA Muhiba: Hobi Berkarya, Tradisi Juara, Raih Pahala!” Ruang aula pun bergemuruh oleh tepuk tangan dan semangat kebersamaan.
Agenda Raker juga diwarnai momen pisah kenang tiga guru yang resmi berpindah tugas sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K): Maali Sofyan, Anggi Saputra, dan Reni Nur Indah Lestari. Suasana haru terasa, namun dibalut rasa syukur atas dedikasi mereka selama ini.
Raker SMA Muhiba 2025 tak hanya menjadi ruang evaluasi dan perencanaan, tetapi juga tempat tumbuhnya harapan dan semangat baru. Sebuah langkah kolektif menuju sekolah yang tak hanya unggul dalam akademik, tapi juga berdaya saing dalam nilai, inovasi, dan pengabdian. (#)
Jurnalis Aminulloh F. Roziqi Penyunting Mohammad Nurfatoni












