Feature

Pesan Menyentuh Kepala Sekolah di English Camp SD Musix

53
×

Pesan Menyentuh Kepala Sekolah di English Camp SD Musix

Sebarkan artikel ini
Kepala SD Music Munahar, S.H.I., M.Pd. memberi nasihat kepada peserta English Camp SD Musix saat berkunjung (Tagar.Co/Basirun)

Pesan menyentuh Kepala SD Musix Munahar diberikan pada peserta English Camp di Kampung Pare, Kediri.

Tagar.co – Jazz Rooms Syariah ramai dikunjungi orang tua. Rindu menyeruak, namun banyak pula anak yang justru betah di asrama.

Begitulah suasana English Camp SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya yang berlangsung sejak Rabu, (25/12/2024). Di tengah hiruk-pikuk rindu dan tawa, Kepala Sekolah SD Musix Munahar hadir membawa pesan menyentuh bagi para peserta, Kamis (27/12/2024).

Sejak dibuka, suasana Jazz Rooms Syariah, lokasi camp berlangsung, sebenarnya tak jauh berbeda dari hari-hari biasa. Hanya saja, sejak Rabu itu, kunjungan orang tua yang ingin melepas rindu pada putra-putri mereka mulai berdatangan.

Baca juga: Tanah Lapang, “Berlian” bagi Siswa SD Musix di Tengah English Camp

Uniknya, tak semua peserta camp senang dikunjungi. Rasa betah dan nyaman tinggal di asrama rupanya sudah tumbuh di hati sebagian anak.

“Papa dan mama gak ke sini aja, aku sudah kerasan di sini, kok,” ujar Gendis Rania Azzahra Januardie, siswi kelas 3-ICP, kepada orang tuanya. Ia bahkan berpesan agar orang tuanya segera pulang ketika ia sedang memulai materi.

Pengakuan Muhammad Rizal Januardie, ayah Gendis, menguatkan hal ini. Sebelum berangkat, Gendis memang sudah berpesan agar tidak dikunjungi. Fenomena serupa juga terjadi pada beberapa anak lainnya.

Di tengah ramainya kunjungan orang tua, para pimpinan SD Musix turut hadir menyapa para peserta. Munahar, S.H.I., M.Pd. (Kepala Sekolah), Darmaji, S.Pd. (Kaur Sarpras), Puspitawati, S.Pd. (Kaur Sumber Daya Insani), Hidayatun Ni’mah, S.Ag., M.Pd. (Kaur Kesiswaan), dan Chatarina Lestari, S.Pd. (Guru kelas 1-B) menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi para peserta. Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF, Luluk Humaedah, S.Ag., pun turut hadir membersamai.

Kedatangan para pimpinan bertepatan dengan waktu free time peserta. Melihat kedatangan mereka, anak-anak yang sedang asyik bermain langsung menyerbu dan memberikan salam.

Assalaamu’laikum, anak-anak sehat semua, ya,” sapa Hidayatun Ni’mah, yang akrab disapa Ida.

“Waalaikumsalam, alhamdulillah sehat Ustazah,” jawab anak-anak hampir bersamaan.

Setelah menyapa, para pimpinan masuk dan mengamati kamar tidur anak-anak. Tak lama, azan Zuhur berkumandang. Para peserta segera berwudu dan melaksanakan salat Zuhur berjemaah, dilanjutkan dengan sholat Ashar yang dijamak.

Usai salat, Munahar memberikan tausiah Zuhur. “Alhamdulillah, saya lihat pada sehat semua,” ujarnya mengawali. Ia kemudian menyampaikan tiga pesan penting bagi para peserta.

Pertama, learn to be independent (belajar mandiri). Munahar mengingatkan bahwa di camp, anak-anak harus menyelesaikan segala sesuatunya sendiri, berbeda dengan di rumah yang serba dibantu orang tua.

“Ada yang masih dimandikan orang tuanya?” tanyanya memancing, namun tak ada yang merespon.

Kedua, learn to be responsible (belajar bertanggung jawab). Para peserta diminta untuk bertanggung jawab atas barang bawaannya sendiri. Mereka juga diajak untuk membiasakan merapikan kamar setelah bangun tidur, agar kebiasaan baik ini terbawa hingga ke rumah.

Ketiga, have lots of friends (miliki banyak teman). Munahar menekankan pentingnya menjalin pertemanan dan menganggap teman-teman selama di camp sebagai saudara.

“Jadi semangat kekeluargaan harus diutamakan. Kalian harus saling membantu,” jelas kepala sekolah dua periode ini menutup nasihatnya.

Kisah rindu orang tua, betahnya anak di asrama, dan pesan menyentuh dari kepala sekolah menjadi warna tersendiri dalam English Camp SD Musix kali ini. Sebuah gambaran tentang proses belajar mandiri, bertanggung jawab, dan menjalin persaudaraan yang berkesan bagi para peserta. (#)

Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni