Feature

SD Musix Gandeng Kolej Permata Insan Malaysia, Bangun Jembatan Ilmu dan Budaya

20
×

SD Musix Gandeng Kolej Permata Insan Malaysia, Bangun Jembatan Ilmu dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Kepala SD Musix Munahar, S.H.I., M.Pd (kiri) dan Direktur Kolej Permata Insan USIM Dr. Mahiz Spawi, saat meandatangani dokumen kerja sama. (Tagar.Co/Basirun)
Kepala SD Musix Munahar, S.H.I., M.Pd (kiri) dan Direktur Kolej Permata Insan USIM Dr. Mahiz Spawi, saat meandatangani dokumen kerja sama. (Tagar.Co/Basirun)

Dalam studi banding ke Malaysia, SD Musix Surabaya menjalin kerja sama dengan Kolej Permata Insan USIM. Mereka bertukar gagasan, menandatangani MoU, dan berkeliling kampus sambil meresapi hangatnya budaya pendidikan jiran.

Tagar.co – Bagi rombongan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, perjalanan ke Malaysia bukan sekadar jalan-jalan. Puncak dari agenda studi banding yang mereka jalani adalah penandatanganan kerja sama dengan Kolej Permata Insan, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), pada Kamis, 18 April 2025.

Keluarga besar SD Musix disambut hangat oleh tuan rumah. Pertemuan dilangsungkan di ruang perpustakaan yang tak hanya nyaman tapi juga sarat inspirasi. Karpet tebal cokelat abu-abu melapisi lantai, rak-rak buku tertata rapi, sementara hamparan karpet warna-warni dan bantal-bantal besar siap menyambut siapa saja yang ingin membaca dengan posisi santai.

Baca juga: Tawa di Negeri Jiran: Hamid sang Guide yang Bikin Guru SD Musix Terpingkal

“Para pengunjung boleh membaca dengan posisi senyaman mungkin, bisa di atas karpet, beralaskan bantal, atau duduk di kursi,” tutur salah satu petugas perpustakaan. Ia menambahkan, desain ruang baca itu merupakan hasil karya para siswa USIM sendiri—sebuah contoh nyata kreativitas yang ditumbuhkan sejak dini.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan program unggulan USIM. Mulai dari proses seleksi siswa baru yang ketat hingga prestasi akademik dan non-akademik tingkat nasional hingga internasional. Direktur Kolej Permata Insan USIM, Ustaz Dr. Mahiz Spawi, menjelaskan bahwa mereka tak lagi mengejar kuantitas siswa.

“Yang kami prioritaskan adalah calon siswa dengan IQ minimal 130. Dari 300 pendaftar, hanya 30 sampai 40 yang diterima setiap tahunnya,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa biaya pendidikan per tahun hanya sekitar tujuh juta rupiah jika dikurskan, selebihnya ditanggung oleh pemerintah Malaysia.

Dalam sambutan balasannya, Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., menyampaikan harapan besar dari kunjungan tersebut. “Kami berharap dapat bertukar pelajar dan guru, agar wawasan kami makin luas dan silaturahim antarnegara terus terjalin,” ujar Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur itu.

Obrolan hangat antar pimpinan lembaga terus mengalir. Guru dan karyawan dari kedua pihak pun sibuk berbagi informasi dan pengalaman. Momen puncak pun tiba: penandatanganan nota kesepahaman.

Ada tiga poin penting dalam kesepakatan tersebut:

  1. Pertukaran informasi akademik dan budaya.

  2. Program pelatihan bagi guru dan staf.

  3. Kolaborasi dalam kegiatan penelitian.

Usai penandatanganan, kedua pihak saling bertukar cendera mata. Dari pihak Kolej Permata Insan USIM, cendera mata istimewa disertai sebait pantun:

Ranum merekah merah merekah
Di tepi pangkin dipetik kelasi
Apa tanda insan barakah
Ikhwan dijalin ilmu dikongsi

Pantun itu menutup sesi seremoni secara hangat dan bersahaja. Sebelum berpamitan, para tamu dari SD Musix diajak berkeliling kampus, menyaksikan hasil karya para siswa dan laboratorium halal milik USIM. (#)

Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni