Feature

Tanah Lapang, “Berlian” bagi Siswa SD Musix di Tengah English Camp

49
×

Tanah Lapang, “Berlian” bagi Siswa SD Musix di Tengah English Camp

Sebarkan artikel ini
Peserta English Camp SD Musix refreshing di luar penginapan (Tagar.co/Basirun)

Selama menginap di hotel, para siswa kesulitan menyalurkan hobi bermain bola. Halaman yang sempit membuat mereka tak leluasa menendang dan melempar bola.

Tagar.co – Kegembiraan peserta English Camp SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya di Pare, Jawa Timur, memuncak saat menemukan sebuah tanah lapang yang bagaikan “berlian” di tengah kegiatan mereka.

Kamis (26/12/2024), rasa rindu akan bermain bola akhirnya terobati setelah empat hari “dikurung” di halaman hotel.

Selama menginap di hotel, para siswa kesulitan menyalurkan hobi bermain bola. Halaman yang sempit membuat mereka tak leluasa menendang dan melempar bola. Apalagi, teguran dari penjaga hotel semakin membatasi kebebasan mereka.

Memahami keinginan anak-anak, panitia English Camp pun mencari informasi dan menemukan sebuah lahan tak jauh dari hotel yang bisa digunakan untuk bermain bola.

“Besok pagi setelah sholat Subuh kalian akan kami ajak bermain bola di lapangan,” janji Ninik Nurfarida, S.Pd., penanggung jawab English Camp, yang disambut sorak sorai kegirangan.

“Asyik…… !” teriak anak-anak serempak. Rasa penasaran pun muncul.

“Di mana lapangannya Ustadzah?” tanya Syahledra Irsyad Pratama bersemangat.

“Besok pagi saja kita sama-sama ke sana, yang pasti tidak jauh dari sini,” jawab Ninik.

Siswa SD Musix di Kampung Inggris Pare Kediri (Tagar.co/Basirun)

Pagi pun tiba. Usai salat Subuh dan membaca Al-Qur’an, anak-anak menagih janji untuk segera bermain bola.

“Sabar dulu. Syaratnya kalian harus merapikan tempat tidur terlebih dahulu,” kata Nurun Naharo S.Ag., M.Pd.I, salah satu pendamping.

Tanpa membantah, anak-anak segera bergegas membereskan tempat tidur. Dipandu oleh Nur, panggilan akrab Nurun Naharo, mereka berjalan bersama menuju “lapangan” yang dijanjikan.

Tak sampai 15 menit, sampailah mereka di lokasi. Ternyata, tempat itu bukanlah lapangan bola, melainkan lahan luas berpaving sekitar 1000 meter persegi yang direncanakan sebagai area food court bagi pengunjung Kampung Inggris.

Meski bukan lapangan bola, anak-anak tetap bersemangat. Mereka langsung membagi diri menjadi dua tim dan memulai pertandingan.

Lontaran kata-kata dan teriakan-teriakan penuh semangat menghiasi permainan mereka. “Gooolllll….!” teriak tim Irsyad yang berhasil membobol gawang lawan.

Tim lain yang dipimpin oleh Gilang Ramadhan dari kelas V-A tak mau kalah. Kedua tim saling serang dan bertahan dengan penuh energi.

Waktu bermain pun berakhir. Mereka kembali ke camp untuk melanjutkan kegiatan hari keempat English Camp. (#) @

Jurnalis Basirun Penyunting Muhammad Nurfatoni