Rileks

Kisah Santap Malam di Wasola: Soto Lamongan di Jantung Kuala Lumpur

31
×

Kisah Santap Malam di Wasola: Soto Lamongan di Jantung Kuala Lumpur

Sebarkan artikel ini
Rombongan SD Musix Surabaya bersantap malam di Warung Soto Lamongan PCIM Malaysia. Bukan sekadar makan malam, tapi momen silaturahim dan inspirasi perjuangan dakwah di negeri rantau.
Rombangan SD Musix dan keluarga besar PCIM Malaysia berfoto di depan Warung Soto Lamongan (Wasola). (Tagar.co/Istimewa)

Rombongan SD Musix Surabaya bersantap malam di Warung Soto Lamongan PCIM Malaysia. Bukan sekadar makan malam, tapi momen silaturahim dan inspirasi perjuangan dakwah di negeri rantau.

Tagar.co Setelah dua hari menjalani lawatan edukatif di Malaysia, rombongan studi banding SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) melepas lelah dengan bersantap malam di Warung Soto Lamongan (Wasola), sebuah amal usaha milik Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kamis (17/4/2025) malam itu, suasana kehangatan begitu terasa di kawasan Raja Alang Chow Kit, Kampung Baru, Kuala Lumpur.

Hari itu, para peserta baru saja menyelesaikan kunjungan ke Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan beberapa destinasi edukatif lainnya. Rasa lelah dan lapar pun mulai menggelayuti. Karena lokasi Wasola tidak bisa dijangkau langsung oleh bus besar, rombongan harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki dari tempat parkir.

Meski demikian, langkah-langkah kaki mereka tetap ringan, terlebih saat sapaan hangat dari seorang pengendara motor lokal menyapa dengan logat khas, “Soko Suroboyo, yo!”

Baca Juga:  Ratusan Warga Lintas Negara Hadiri Pengukuhan PCIM–PCIA Malaysia di IIUM

Tiba di Wasola, suasana ramai pengunjung membuat pengelola harus menambah kursi ekstra. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Muhammad Arifin, salah satu tokoh PCIM Malaysia, dengan sapaan ramah, “Selamat datang di Wasola. Monggo, mau pilih menu apa?”

Meski bernama ‘Warung Soto’, Wasola tak hanya menyajikan soto lamongan. Warung ini menyuguhkan beragam menu khas Jawa seperti rawon, bakso, nasi goreng, dan hidangan lainnya. Pelayanan yang tertata rapi dan hangat ala Indonesia membuat para tamu merasa seperti di rumah sendiri.

Selesai menikmati hidangan, para pimpinan rombongan menyempatkan mampir ke surau yang terletak tepat di seberang warung. Di situlah terjalin silaturahim yang hangat antara para pengurus PCIM Malaysia dan rombongan SD Musix.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Dikky Syadqomullah (Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya), Munahar, S.H.I., M.Pd. (Kepala SD Musix), Ir. Lukman Rahim (Ketua PCM Wonokromo), Dr. Arfan Fahmi, M.Pd. (Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo), serta Luluk Humaidah, S.Ag.

Dari pihak tuan rumah, turut hadir Faizi Tatkhur (Ketua PCIM Malaysia), Fathoni (Sekretaris), Aunillah Ahmad (Wakil Sekretaris), dan Muhammad Arifin (Ketua PRIM), serta tokoh-tokoh Muhammadiyah lainnya di Malaysia.

Baca Juga:  Pelatihan Video Editing MPI PCIM Malaysia Disambut Antusias Peserta

Di dinding surau, terpajang foto-foto tokoh nasional seperti Dr. Din Syamsuddin, mempertegas bahwa tempat ini bukan sekadar warung makan dan tempat salat. Ia juga menjadi pusat kegiatan dakwah dan sosial PCIM Malaysia. “Salah satu program unggulan kami adalah Sanggar Bimbingan, pendidikan nonformal untuk anak-anak migran,” ujar Aunillah Ahmad.

Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan banyak anak-anak tanpa dokumen resmi yang tidak bisa bersekolah formal. Dengan dukungan KBRI Kuala Lumpur, Sanggar Bimbingan menjadi sarana agar mereka tetap bisa belajar dan mengejar ketertinggalan, termasuk untuk ujian paket.

“Terima kasih atas sambutan hangat dan penuh makna ini,” ujar Munahar, S.H.I., M.Pd., kepala SD Musix, mewakili rombongan sebelum akhirnya berpamitan.

Sebelum pulang, suasana keakraban diabadikan dalam sesi foto bersama. Di tengah kota metropolitan Kuala Lumpur, di antara hiruk pikuk aktivitas, hangatnya semangat kebersamaan dan nilai-nilai Muhammadiyah tetap menyala di Warung Soto Lamongan—sebuah ruang pertemuan, pengabdian, dan harapan. (#)

Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni