
Selama dua hari, para guru TK Aisyiyah se-Kabuoaten Sidoarjo belajar memperdalam ajaran Islam, berbagi pengalaman, dan meneguhkan komitmen. Pelatihan Tarbiyah Mar’ah ini diharapkan melahirkan perempuan yang cerdas intelektual, spiritual, dan emosional.
Tagar.co – Auditorium K.H. Mas Mansyur SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Muhida) akhir pekan lalu dipenuhi ratusan guru TK Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA). Mereka datang bukan sekadar menghadiri pelatihan, tetapi juga meneguhkan diri sebagai perempuan pendidik yang siap melahirkan generasi berakhlak mulia.
Baca juga: Pengajian Keluarga Sakinah Kupas Empat Kunci Keluarga Bahagia
Pelatihan Tarbiyah Mar’ah ini digelar Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo pada Sabtu–Ahad (30–31 Agustus 2025). Kegiatan hasil kolaborasi Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Majelis Pembinaan Kader ini untuk memperkuat peran perempuan di keluarga, sekolah, dan masyarakat sesuai nilai-nilai Islam dan spirit Aisyiyah.
Harapan Melahirkan Generasi Berakhlak
Ketua PDA Sidoarjo, Apt. Muflihah, S.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam mencetak generasi unggul.
“Harapan kami, dengan Pelatihan Tarbiyah Mar’ah angkatan pertama ini akan tumbuh para ibu dan pendidik yang memahami ajaran Islam secara mendalam, sehingga mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas intelektual, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pelatihan ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kepala Bagian Kesra, H. Khudori, yang hadir membuka acara menegaskan pentingnya kualitas perempuan sebagai penentu arah bangsa.
“Kualitas bangsa ditentukan oleh kualitas perempuannya. Melalui pelatihan ini diharapkan lahir perempuan yang cerdas secara intelektual, spiritual, dan emosional, sehingga mampu menjadi penggerak dalam kebaikan,” tuturnya.
Ia juga berharap kerja sama antara PDA Sidoarjo dan Pemkab terus terjalin untuk meningkatkan sumber daya perempuan.
Materi yang Menguatkan
Selama pelatihan, peserta disuguhi materi dengan format ceramah dan diskusi. Topik yang diangkat mencakup Adabul Mar’ah, Fikih Nisa, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Risalah Islam Berkemajuan (RIB), serta Tahsin Al-Qur’an dengan metode Ummi.
Tak hanya itu, suasana semakin hidup ketika para peserta saling berbagi pengalaman, baik dalam menghadapi dinamika pendidikan anak di sekolah maupun mengelola keluarga di rumah. Interaksi ini menjadikan pelatihan tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga ruang saling menguatkan.
Komitmen Bersama
Pelatihan ditutup dengan pernyataan komitmen bersama dari para peserta untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Mereka bertekad menjadi perempuan inspiratif yang memberi dampak nyata, baik dalam mendidik anak di sekolah maupun dalam membangun keluarga yang lebih baik.
Bagi para guru TK Aisyiyah, pelatihan ini bukan sekadar agenda formal. Ia menjadi ruang tumbuh, belajar, dan meneguhkan kembali peran strategis perempuan sebagai pendidik pertama dan utama bagi generasi masa depan. (#)
Jurnalis Ridwan Manan Penyunting Mohammad Nurfatoni












