
PDA Kota Blitar mengukuhkan Iswara dan mewisuda peserta SWA sebagai upaya memperkuat peran perempuan dalam dakwah dan ekonomi berbasis kemandirian.
Tagar.co — Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Blitar menggelar pengukuhan Ikatan Saudagar Aisyiyah (Iswara) sekaligus wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA), Sabtu (26/4/2026), di Gedung Kusumo Wicitra, Kota Blitar, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung khidmat dan sarat semangat pemberdayaan perempuan.
Agenda ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat peran dakwah berbasis ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, Eny Suryandari resmi dikukuhkan sebagai Ketua Iswara periode 2025–2026.
Baca juga: Semangat Saudagar Aisyiyah Lamongan Menyala di Kelas Digital Marketing
Pengukuhan ini diharapkan mampu memperkuat jaringan saudagar Aisyiyah serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi umat, khususnya di Kota Blitar.
Ketua PDA Kota Blitar, dr. Wasingah, M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa Iswara harus menjadi wadah yang tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha, tetapi juga mengemban nilai-nilai dakwah dan kebermanfaatan.
“Perempuan Aisyiyah harus mampu mandiri secara ekonomi, namun tetap menjunjung tinggi nilai keislaman dan sosial,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Blitar yang diwakili Septariningsih, S.Pd., M.M. Ia menilai program SWA dan penguatan Iswara sangat relevan dalam meningkatkan kapasitas perempuan, khususnya dalam membangun usaha yang berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Hj. Dalilah Candrawati, M.A., memberikan motivasi kepada peserta agar terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi. Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan prosesi wisuda SWA bagi peserta yang telah menyelesaikan pendidikan kewirausahaan. Para wisudawati diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) bertema “Perempuan Berdaya, Mandiri, dan Berkemajuan dalam Dakwah dan Ekonomi.” Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi.
Materi pertama disampaikan perwakilan Dinas Koperasi, Titik Indrawati, dengan topik “Koperasi dan UMKM sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Perempuan.” Ia menekankan pentingnya peran koperasi dan UMKM dalam memperkuat fondasi ekonomi perempuan.
Selanjutnya, Kepala Bidang Pengawasan Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kurnia Nurmasari, memaparkan materi “Branding, Legalitas, dan Pemasaran: Kunci Sukses UMKM Perempuan.”
Ia menggarisbawahi pentingnya legalitas usaha serta strategi pemasaran yang tepat guna meningkatkan daya saing produk.
Materi ketiga disampaikan perwakilan Iswara Jawa Timur, Joane Hendrawati, S.H., M.B.A., dengan topik “Iswara sebagai Motor Penggerak Perempuan Berdaya.” Ia mengajak seluruh anggota Iswara untuk aktif berjejaring, berinovasi, serta menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya. (#)
Jurnalis Sofiatul Hasanah Penyunting Mohammad Nurfatoni











