Feature

Aisyiyah Se-Eks Keresidenan Pekalongan Konsolidasikan Gerakan Perempuan Berkemajuan

97
×

Aisyiyah Se-Eks Keresidenan Pekalongan Konsolidasikan Gerakan Perempuan Berkemajuan

Sebarkan artikel ini
Peserta Rapat Koordinator Pimpinan Daerah Asyiyah, NA, dan IGABA di Pemalang, Ahad (1/2/26) (

Aisyiyah bersama Nasyiatul Aisyiyah dan IGABA se-eks Karesidenan Pekalongan menggelar Rakor di Pemalang untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun generasi hebat di era digital.

Tagar.coPimpinan Daerah Aisyiyah Pemalang bersama Nasyiatul Aisyiyah dan Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) se-eks Keresidenan Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar Rapat Koordinator (Rakor) Pimpinan Daerah dengan mengusung tema “Perempuan Berkemajuan Membangun Generasi Hebat di Era Digital”.

Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Pemalang pada Ahad 1 Februari 2026. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan memantapkan peran strategis perempuan dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah percepatan transformasi digital.

Baca juga: AMBS Cup 2025: Futsal Jadi Jembatan Siar dan Syukur Milad Ke-32 Al-Manaar Pemalang

Acara dibuka secara khidmat melalui rangkaian pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang dibawakan paduan suara IGABA Pemalang.

Ketua PDA Pemalang, Hj. Maesaroh, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Rakor di Pemalang.

Baca Juga:  Ribuan Warga Muhammadiyah Pemalang Ikuti Pengajian Akbar Jelang Ramadan

Ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sekaligus menegaskan pentingnya silaturahmi dan koordinasi antardaerah agar masing-masing dapat saling belajar dan meningkatkan kapasitas organisasi.

“Melalui Rakor ini, kita berharap terjadi pertukaran gagasan dan pengalaman sehingga Aisyiyah di setiap daerah semakin berkemajuan. Kami juga mohon doa untuk Kabupaten Pemalang yang baru saja memperingati HUT ke-541, semoga Pemalang semakin menyala, bercahaya, dan sejahtera sesuai tema peringatan,” ujarnya.

Hj. Maesaroh juga menyinggung kondisi Pemalang yang tengah menghadapi musibah. Menurutnya, Aisyiyah harus hadir sebagai komunitas yang gerak cepat dalam penanganan bencana, mulai dari respons awal, pemulihan, hingga memastikan masyarakat kembali aman dan berdaya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Aisyiyah eks Karesidenan Pekalongan, Dra. Rita Rachmawati, M.Pd., menekankan bahwa Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan dituntut mampu menyeimbangkan peran domestik dan publik. Keseimbangan tersebut, kata dia, menjadi kunci dalam membangun generasi yang adaptif dan tangguh di era digital.

Ia juga mendorong agar seluruh PDA di wilayah eks Karesidenan Pekalongan aktif menyosialisasikan fikih kebencanaan hingga ke tingkat PCA dan PRA. “Ini penting agar Aisyiyah siap menghadapi berbagai musibah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam penguatan rohani dan mental,” jelasnya.

Baca Juga:  Mulai dari Keluarga, Kepedulian Lingkungan Dibentuk sejak Dini

Rakor kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang, Sapto Suhendro. Ia mengapresiasi Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan IGABA se-Karesidenan Pekalongan yang tetap mampu berpikir dan bekerja untuk keumatan meskipun sejumlah daerah tengah menghadapi bencana.

Dalam arahannya, Sapto Suhendro menegaskan pentingnya fokus pada dua aspek utama dalam menjalankan program organisasi, yakni mitigasi dan intimasi, agar gerak dakwah dan pemberdayaan Aisyiyah semakin efektif dan tepat sasaran. Rakor pun resmi dibuka dengan pembacaan basmalah.

Melalui Rakor ini, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan IGABA se-Karesidenan Pekalongan diharapkan kian solid, adaptif, serta mampu merumuskan langkah-langkah strategis untuk melahirkan generasi hebat dan berkemajuan di tengah tantangan era digital. (#)

Jurnalis Kamal Hayat Penyunting Mohammad Nurfatoni