Feature

Hari Bumi, PDA Sidoarjo Gelar Pelatihan Pembuatan Eco-Enzim

104
×

Hari Bumi, PDA Sidoarjo Gelar Pelatihan Pembuatan Eco-Enzim

Sebarkan artikel ini
PDA Sidoarjo
Pelatihan pembuatan eco-enzym (Tagar.co/Istimewa)

Melalui tema Kekuatan Kita, Planet Kita (Our Power, Our Planet), LLHPB melakukan gebrakan yang mencerminkan peduli lingkungan

Tagar.coHari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April1970. Lahirnya ini atas inisiatif Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson untuk meningkatkan kesadaran lingkungan setelah tumpahan minyak besar di Santa Barbara, California pada tahun 1969.

Aksi perdana yang melibatkan 20 juta warga Amerika Serikat ini memicu gerakan lingkungan modern dan mendorong pembentukan kebijakan lingkungan seperti Clean Air Act.

Pada tahun 1990, Hari Bumi menjadi gerakan global. Ini melibatkan lebih dari 190 negara dan diorganisir oleh Earth Day Network yaitu suatu organisasi nirlaba global yang bertindak sebagai koordinator utama kampanye Hari Bumi di seluruh dunia.

Jauh sebelum Hari Bumi dicetuskan, sebenarnya 1400 tahun yang lalu, al-Qur’an telah memerintahkan menjaga lingkungan dan melarang perusakan Bumi terutama dalam QS. Al-A’raf ayat 56 dan QS. Ar Rum ayat 41.

Ayat-ayat tersebut menegaskan larangan membuat kerusakan setelah Allah memperbaikinya serta menyoroti dampak kerusakan akibat perbuatan manusia.

Baca Juga:  Ketika Seribu Rupiah Menjadi Satu Miliar: Lazismu Nyalakan Empati Pelajar

Kelestarian Lingkungan Hidup

Sejalan dengan kedua hal di atas, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) menghimbau kepada seluruh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan aktivitas yang mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup dengan tema Kekuatan Kita, Planet Kita (Our Power, Our Planet).

Kegiatan bisa dilakukan seperti kerja bakti lingkungan, penanaman pohon, pengurangan sampah plastik, edukasi lingkungan, pembuatan eco-enzim, atau kegiatan lain yang relevan.

Kegiatan didokumentasikan dalam bentuk video atau poster, dipublikasikan melalui media sosial masing-masing.

PCA Candi menyambut baik himbauan ini dengan mengadakan pelatihan pembuatan eco-enzim Januari setahun lalu yang lalu dengan memanfaatkan sampah organik seperti kulit buah dan sayur.

Hasilnya disebut garbage enzyme, yaitu cairan yang diperoleh dari fermentasi sampah dapur dan bermanfaat untuk mengurangi global warming (pemanasan global).

“Cairan ini berfungsi untuk mencuci piring, mencuci baju, penyegar udara, menyiram tanaman, desinfektan, dan mengepel lantai,” papar Siwana, anggota LLHPB PDA saat memberikan pelatihan.

Baca Juga:  Sembuh melalui Iman: Terapi Islam Menjaga Kesehatan Mental

Hal senada juga disampaikan Ketua LLHPB PCA Candi Noer Ernandari. Dia menjelaskan kegiatan ini juga membantu menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat polusi karena bahan baku yang digunakan dari bahan alam dan hasilnya juga rahmah lingkungan. (#)

Jurnalis Nana Liesdiana. Penyunting Ichwan Arif.