Feature

Ngaji Rumus Langit Bikin Belajar Agama Lebih Hidup

49
×

Ngaji Rumus Langit Bikin Belajar Agama Lebih Hidup

Sebarkan artikel ini
Ngaji Rumus Langit bikin belajar agama lebih hidup. Rumus Langit bukan bidang ilmu baru. Ini cara untuk mendekati dan mengambil sudut pandang yang lebih mudah dalam belajar ilmu agama
Suasana Ngaji Rumus Langit (Tagar.co/Kusmiani)

Ngaji Rumus Langit bikin belajar agama lebih hidup. Rumus Langit bukan bidang ilmu baru. Ini cara untuk mendekati dan mengambil sudut pandang yang lebih mudah dalam belajar ilmu agama

Tagar.co – Beberapa orang mulai memenuhi Rumah Belajar Al Khoir yang lokasinya di Dusun Ngudi Lor, Desa Bandung, Gedek Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/3/2025). Mereka bersiap-siap untuk Ngaji Rumus Langit.

Sang mentor, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Khoiri, S.Th.i, M.Pd.i juga bersiap untuk menularkan ilmunya. Kalo ini sudah hadir sembilan mahasantri wajib dan sembilan mahasantri mustamik.

Menurut Khoiri, dirinya menyelenggarakan Ngaji Rumus Langit secara rutin. Yaitu pada hari Jumat ketiga setiap bulannya. “Kami tidak menerima banyak santri. Tujuannya supaya dalam menyampaikan lebih fokus pada ilmu. Hal lainnya juga karena tempat belajarnya masih terbatas,” ujar pendiri dan owner Terapi Tombo Al Khair ini.

Salah Paham

Dia menjelaskan, ada beberapa alasan penting mengapa perlu Ngaji Rumus Langit. Kebanyakan orang memandang bidang ilmu pasti, saint dan teknologi lebih meyakinkan daripada ilmu agama. Mereka menyebutnya ilmu-ilmu tersebut (saintek) punya rumus. Sementara ilmu agama yang kita ngaji di berbagai kesempatan itu dianggap bias. Penuh ketidakpastian, karena disebut tidak punya rumus.

“Ini jelas kesalahpahaman. Karena ajaran agama itu pasti. Hanya jiwa munafik yang tidak bisa menerima ad dinn (agama) sebagai kepastian. Mereka masih akan terus bimbang dan selalu berada pada area mungkin,” ungkapnya.

Rumus Langit, lanjutnya, hadir untuk menggempur stigma itu. Agama Islam otoritas kebenarannya dari Allah SWT. Mana mungkin menganggap Allah tidak pasti. Mana mungkin janji Allah tidak pasti. Rumus Langit mengusung kepastian agama Islam dengan memformulasikannya menjadi rumus. “Kedepan umat akan menerima agama Islam sebagai sesuatu yang pasti. Sehingga tidak ada lagi orang beragama dengan ragu-ragu,” ujarnya.

Fungsi Rumus Langit

Mengapa begitu yakin dengan rumus langit? Alasannya tentu saja, kebenaran dari yang maha benar akan menampakkan dirinya dengan cara yang dipilih oleh Allah. Semua hati dan pikiran merindukan kebenaran. “Untuk apa Ngaji Rumus Langit. Bukankah cukup kita belajar akidah, syariat (fikih) ibadah, tarikh, dan akhlak saja,” tanyanya.

Perlu dipertegas dan diperjelas, bahwa Rumus Langit bukan bidang ilmu baru. Ini adalah salah satu cara untuk mendekati dan mengambil sudut pandang yang lebih mudah dalam belajar ilmu agama.

“Begini logikanya. Bila seseorang belajar syariat fikih, tentu lengkap nantinya akan fakih memahami hukum, tata cara, halal-haram, wajib-sunnah-mubah-makruh-haram,” jelasnya.

Ketika belajar fikih dengan Rumus Langit sekaligus, maka menjadi paham sebab, alasan, gejala, dampak, dan hasil dari suatu amalan tertentu. Sehingga kita bisa mengetahui apakah syariat sudah dijalani dengan benar atau mungkin malah sebaliknya.

“Bila kita mau lebih jauh memahami dengan contoh, bisa kita ambil permisalan perihal salat. Fikih salat mengajari kita untuk mengetahui segala hukum dan tata cara lengkap seputar salat. Adapun Rumus Langit menambahkan di dalamnya maksud dari syariat salat. Mengetahui tanda jika salat seseorang belum benar, mengetahui dampak bila seseorang sudah salat dengan benar. Memilih kemanfaatan tertentu dari salat yang sesuai dengan kebutuhan orang perorang,” paparnya.

Paham Ajaran Agama Lebih Mendalam

Ini artinya Rumus Langit mengajak melangkah lebih maju dan lebih jauh. Memahami lebih dalam lagi suatu ajaran agama.

“Ketika belajar tentang iman, seseorang akan mengetahui hal-hal yang terkait dengan iman. Adapun peran Rumus Langit menjadikan seseorang memahami tanda lemah atau kuatnya iman dalam kejadian keseharian dalam kehidupan. Mengetahui apakah iman dalam kondisi baik atau buruk,” terangnya.

Pada sub takdir, Rumus Langit membantu membaca pola takdir. Mengetahui akan kemana nasib seseorang dari amalan dan perilakunya di hari ini. Atau membaca dampak perbuatan dimasa lalu.

“Dengan Rumus Langit, belajar agama akan terasa lebih hidup, lebih menarik, dan lebih antisipatif. Bahkan mampu memilih solusi dalam peliknya cikikan takdir yang mungkin sedang tidak ramah akibat dari amalan seseorang di masa lalu,” ungkapnya.

Ketika belajar tarikh, seseorang menjadi tau kejadian masa lalu. Belajar tarikh sejarah Islam didampingi Rumus Langit malah akan membuat seseorang mampu membaca isyarat keberulangan suatu sejarah di masa mendatang.

“Ini menjadikan belajar agama terasa lebih renyah. Lebih kaya manfaat, lebih punya banyak variasi, lebih menyenangkan dan membahagiakan. Tidak lagi jemu dengan doktrin buntu. Rumus Langit membawa seseorang berselancar dengan ajaran yang mengalir hidup. Tetap berjuang dan bersabar dalam garda depan Rumus Langit,” tutur Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Fakultas Saintek ini. (#)

Jurnalis Kusmiani. Penyunting Sugiran.