Feature

Obat Hati Menentramkan Emak-Emak Wringinanom

28
×

Obat Hati Menentramkan Emak-Emak Wringinanom

Sebarkan artikel ini
Obat hati dibahas dalam Kajian Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) yang digelar Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wringinanom, Gresik Jawa Timur, Ahad (19/10/2025).
Kajian Kajian Gerakan Perempuan Mengaji oleh PCA Wringinanom, Gresik, di Masjid Al-Ihsan, Ahad, 19/10/2025. (Tagar.co/Kusmiani)

Tagar.co – Obat hati dibahas dalam Kajian Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) yang digelar Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, Ahad (19/10/2025).

Kajian yang diadakan di Masjid Al-Ihsan, Lebanisuko, itu menghadirkan pembicara Sahlan Muhammad Aminullah, M.Pd.

Dalam ceramahnya, Ustaz Sahlan mengawali dengan menguraikan ciri hati yang sehat.

Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Kludan, Tanggulangin Sidoarjo ini, menjelaskan bagaimana cara supaya hati dikatakan qalbun salim.

Dia menjelaskan, obat hati menuju qalbun salim itu, pertama, hati orang yang berkumpul dengan orang saleh-salehah.

Dia menguraikan orang saleh itu, pertama, jujur. “Bahwa kejujuran membawa ketenangan dan dusta membawa kegelisahan,” ucapnya.

Kedua, orang yang mendirikan salat bersujud kepada Allah. Sesuai firman Allah dalam Quran surah Al-Isra: 78.

Perintah salat mulai dari matahari tergelincir sampai gelapnya malam, dan lakukan salat Subuh, karena salat Subuh disaksikan malaikat.

Ketiga, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir ialah yang menyakini dengan sepenuh hati dan dilakukan dengan ucapan.

Baca Juga:  Langkah Praktis Menjaga Istikamah Beribadah selepas Ramadan

Keempat, mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran yang diartikan amar makruf nahi munkar.

Lantas dia mengutip hadis Rasulullah Saw: Barang siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan, jika tidak mampu ubahlah dengan hati.

Kelima, dan bersegera berbuat kebaikan.

Orang yang terjebak dalam kebaikan, diartikan, segala gerak-gerik kehidupannya hanya untuk melakukan kebaikan.

“Di ujung surah Ali Imran ayat 114,  diawali huruf sumpah yaitu mereka (orang yang hatinya selamat) termasuk orang yang saleh,” uajranya di hadapan jemaah ibu-ibu sebanyak 110 orang.

Obat hati
Ustaz Sahlan Muhammad Aminullah, M.Pd. mengisi kajian PCA Wringinanom, Gresik, Ahad, 19/10/2025. (Tagar.co/Kusmiani)

Majelis Ilmu

Ia melanjutkan penjelasan obat hati menuju qalbun salim yang kedua adalah aktif di majelis ilmu.

”Barang siapa yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah dalam surah Mujadalah ayat 11,” urainya.

Orang yang menuntut ilmu, lanjutnya, akan dimudahkna jalan menuju surga dan orang yang berilmu tidurnya ibadah, karena setan tidak mau menggoda orang yang berilmu.

Obat hati ketiga, ialah orang yang istikamah membaca Quran. “Karena Quran adalah pemberi syafaat kepada pembacanya,” jelasnya menyitir hadis Rasulullah.

Baca Juga:  Langkah Praktis Menjaga Istikamah Beribadah selepas Ramadan

Anggota Majelis Tabligh PCM Tanggulangin Sidoarjo ini menjelaskan firman Allah dalam Quran surah Ar-Ra’du ayat 28: petunjuk Allah itu untuk orang yang beriman dan Allah menenteramkan hati orang yang beriman.

“Karena Quran itu petunjuk bukan tanjakan, pedoman bukan pandangan, pembeda bukan penyidik, kebenaran bukan kebohongan, kasih sayang bukan kekerasan, kalam Allah bukan kalam manusia, obat bukan racun, mudah bukan menyulitkan,” kata alumnus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini.

Bagaimana sikap kita terhadap Quran, lanjutnya, yaitu membaca dengan tartil, “Seperti yang dilakukan pada awal acara ini. Masyaallah ibu-ibu semua pandai dan enak didengar membaca Qurannya dengan didukung spiker yang merdu, tambah adem yang mendengarkannya,” ujarnya sambil tersenyum.

Keempat, supaya menjadi qalbun salim yaitu sering mengingat kematian.

“Setiap orang pasti mati, dijelaskan Allah dalam Quran surat al Ankabut ayat 57,” tegasnya di hadapan jemaah dari 8 PRA di Wringinanom.

Dia menuturkan, yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian yang tertuang dalam Quran surah An-Nisa ayat 78. “Karena di manapun kita berada, kematian akan mendatangi kita,” kata pria asal Dompu, Lombok, NTB ini. (#)

Baca Juga:  Langkah Praktis Menjaga Istikamah Beribadah selepas Ramadan

Jurnalis Kusmiani  Penyunting Sugeng Purwanto