
Tagar.co – Meninggalkan larangan lebih berat menjadi tema kajian Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gadingkulon, Dau, Malang, Sabtu (15/11/2025) pukul 19.30 hingga 21.00 WIB.
Kegiatan kali ini dilaksanakan di serambi rumah salah satu jamaah. Suasana kajian terasa lebih akrab, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Hadirin antusias mengikuti kajian bertema Memahami Makna Islam dan Implementasinya: Meninggalkan Larangan sebagai Ibadah Utama Menuju Takwa.
Hadir sebagai narasumber Ketua PCM Dau, Sukma Jaya, M.Pd. Dia menyampaikan materi dengan runtut serta mudah dipahami.
Dalam paparannya, ia menjelaskan, makna Islam tidak hanya terletak pada pelaksanaan perintah Allah, tetapi juga sangat terkait dengan kemampuan seorang muslim meninggalkan larangan.
Menurut dia, meninggalkan larangan bukanlah sikap pasif, melainkan bentuk ibadah penting yang memiliki nilai besar dalam penguatan ketakwaan.
Dalam penjelasannya, Sukma Jaya merujuk pandangan filsafat Islam yang menekankan adanya dua tahapan spiritual dalam membangun kepribadian muslim, yaitu takhalli dan tahalli.
Takhalli, dia menjelaskan, adalah proses membersihkan diri dari sifat dan perbuatan buruk. Sedangkan tahalli merupakan upaya mengisi diri dengan nilai-nilai kebaikan.
Ia menegaskan, kedua proses tersebut perlu berjalan beriringan agar seorang muslim mampu mencapai ketakwaan yang hakiki.
“Banyak orang lebih mudah menjalankan perintah, tetapi menahan diri dari perbuatan dosa adalah ujian yang jauh lebih berat dan bernilai tinggi,” jelasnya.
Suasana kajian berlangsung hangat dan komunikatif. Beberapa jemaah bertanya terkait meninggalkan larangan dan menjalankan perintah.
Seperti pertanyaan salah satu jemaah,”Mengapa lebih utama meninggalkan satu dirham yang bukan haknya daripada bersedekah puluhan dirham?”
Sukma Jaya menjelaskan, karena Allah hanya menerima sedekah dari harta yang halal. Menjauhi satu dirham haram menunjukkan ketakwaan. Sementara sedekah sebanyak apa pun tidak bernilai jika berasal dari harta yang tidak bersih.
Kajian ditutup dengan doa dan ajakan untuk terus memperkuat komitmen menjalankan perintah Allah sekaligus menjauhi laranganNya sebagai bagian penting dalam perjalanan menuju ketakwaan.
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gadingkulon berharap kajian seperti ini dapat terus menjadi wadah penguatan spiritual, peningkatan pemahaman keagamaan, dan pengikat kebersamaan warga setempat. (#)
Jurnalis M. Barqus Salam Penyunting Sugeng Purwanto












