
Kabar duka meninggalnya Evi Dyah Rahmawati, Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Wringinanom, meninggalkan kesan loyalitas dan semangat yang mendalam bagi rekan-rekan.
Tagar.co – Kabar duka menyelimuti grup WhatsApp Nasyiahku menjelang pergantian hari. Sekitar pukul 00.00. Evi Dyah Rahmawati, Amd, Ak, yang akrab disapa Evi, telah berpulang. Kabar tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekan seperjuangan, Rabu (15/10/2025).
Evi meninggal di tengah mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Wringinanom dan Pimpinan Ranting Aisyiyah Panggang, Wringinanom, Gresik.
Jejak langkahnya di organisasi Nasyiatul Aisyiyah bermula pada periode 2016–2022. Saat itu, Evi menjabat sebagai Wakil Ketua PCNA, sementara penulis memimpin sebagai ketua PCNA.
Putri dari Abdul Kholik (wafat sejak Evi masih SD) ini mulai tidak aktif dalam kegiatan organisasi sejak Juni karena sakit kanker nasofaring yang dia alami. Ia mengirimkan surat cuti sementara di grup WhatsApp Nasyiahku, tertanggal 23 Juni 2025 sampai 31 Desember 2025, dengan alasan pemulihan kesehatan. Minarti, Wakilnya, menggantikan posisinya selama masa cuti tersebut.
Selama memimpin, Evi memperlihatkan loyalitas yang luar biasa. Ia selalu mengingatkan anggota untuk datang dalam setiap kegiatan, tidak hanya melalui grup, tetapi juga dengan mengirim pesan WhatsApp pribadi.
Baca Juga: PCNA Wringinanom Gelar Pashmina, Cek Kesehatan Gratis Usai Kajian Ahad Pagi

Rumaika, salah satu anggota Nasyiah, mengenang hal ini usai takziah. “Jadi teringat Mbak Evi yang selalu WA menyuruh hadir ngaji,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Minarti juga menceritakan pengalaman serupa. Evi sering mengirim pesan setelah kegiatan Nasyiah, bukan sekadar simbol hati. “Sist, saya bangga pada sampean, banyak yang hadir pada pertemuan Ahad ini,” tulis Evi kepadanya.
Penulis dan anggota Nasyiah sering menjenguk Evi selama ia sakit. Dalam pertemuan-pertemuan itu, Evi tidak pernah memperlihatkan kesedihan. Saat penulis menanyakan perasaannya, Evi menjawab bahagia karena ada Allah. Ketika ditanya ingin dibawakan apa, ia menjawab, “Ingin sembuh.”

Semangat Pejuang di Tengah Sakit
Evi menunjukkan loyalitasnya yang terakhir pada Jumat, 9 Oktober 2025. Saat tim Jumat Berbenah mengirimkan flyer Berbenah, Evi segera mengunggahnya di status WhatsApp-nya. Padahal sebelumnya ia sudah lama tidak mengunggah gambar atau tulisan apa saja.
Ia terakhir menjalin komunikasi bersama kader Nasyiah Wringinanom secara onlinw di grup WhatsApp Nasyiahku, Kamis (9/10/2025) ketika membahas program Jumat Berbenah. Kusmiani tag nama Evi dan menanyakan kabarnya.
Evi langsung menjawab, “Alhamdulillah, saya lagi kontrol di RSAL. Doanya ya teman-teman.” Sebelumnya, dalam masa cutinya, Evi hanya menyimak dan mengirim emoji.
Sebagai tenaga medis di Puskesmas Kesamben Kulon, Wringinanom Gresik, Evi juga aktif dalam kegiatan kesehatan. Kegiatan Pelayanan Remaja Sehat Milik NA (Pashmina) pada 11 Mei 2025 merupakan kegiatan terakhir yang ia ikuti sebagai tindak lanjut (RTL) Pashmina Gresik.
Saat itu, ia bertugas mengecek kadar HB para peserta. Padahal, kesehatannya sudah menurun. Ia sempat berujar kepada penulis, “Harus save tenaga, meski hanya menulis tapi sangat capek.”
Kajian Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) PCA yang terselenggara di Ranting yang ia pimpin menjadi kegiatan keagamaan terakhir yang ia ikuti dalam keadaan sakit (22/6/2025). Saat pulang, Evi duduk bersama penulis. Ia tampak memperhatikan isi kajian dengan seksama.
Setelah sampai di rumah, ia mengirim pesan kepada penulis. “Sist, pulang ngaji tadi saya KO,” tulisnya.
Liza Rahmawati, Ketua PCNA Balongpanggang periode 2016-2022, turut kehilangan. Masih terang di ingatan Liza, “Sebagai senior, saya sering dimintai pendapat bagaimana kegiatan bernasyiah yang kreatif dan inovatif sehingga bisa menarik simpatisan anggota.”
Evi meninggalkan satu putri yang kini duduk di kelas 11 SMAN 1 Wringinanom. Kepulangan Evi adalah kehilangan besar bagi semua yang mengenalnya. Semangat loyalitas dan perjuangan yang ia tunjukkan, bahkan di tengah sakit, akan selalu menjadi kenangan indah dan inspirasi bagi organisasi dan orang-orang di sekitarnya. (#)
Jurnalis Kusmiani Penyunting Sayyidah Nuriyah











