Feature

PCNA Wringinanom Gelar Pashmina, Cek Kesehatan Gratis Usai Kajian Ahad Pagi

696
×

PCNA Wringinanom Gelar Pashmina, Cek Kesehatan Gratis Usai Kajian Ahad Pagi

Sebarkan artikel ini
PCNA Wringinanom bersama PCA Wringinanom mengadakan cek kesehatan gratis usai Kajian Ahad Pagi. Di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik, program ini implementasi rencana tindak lanjut dari program Pashmina untuk remaja.
Asti, kader PCNA Wringinanom, sedang mengecek tekanan darah remaja pada Pashmina di halaman SD Muwri. (Tagar.co/Kusmiani)

PCNA Wringinanom bersama PCA Wringinanom mengadakan cek kesehatan gratis usai Kajian Ahad Pagi. Di halaman SD Muwri, program ini implementasi rencana tindak lanjut dari program Pashmina untuk remaja.

Tagar.co – Di bawah rindangnya pohon markisa yang daunnya menjuntai bak atap alami, pemandangan hangat terukir di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri), Gresik, Jawa Timur. Semangat kolaborasi tergambar tatkala Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Wringinanom bersinergi apik dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wringinanom.

Mereka menggelar aksi nyata berupa cek kesehatan gratis bagi warga sekitar, Ahad (11/5/2025). Ini bagian dari program Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (Pashmina).

Sinar matahari yang menembus sela-sela dedaunan markisa tak mengurangi antusiasme 25 remaja yang hadir. Mereka tampak sabar mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan oleh para kader Nasyiah. Suasana guyub dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental, menciptakan ruang interaksi yang hangat antara petugas kesehatan dan peserta.

Evi Dyah Rahmawati, AMd.AK, sosok enerjik yang mengemban amanah sebagai Ketua PCNA Wringinanom, mengungkapkan, kegiatan bertajuk Pashmina ini implementasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari program Pashmina yang sebelumnya diinisiasi oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) pada Desember 2024.

Baca Juga:  Spemdalas Ajak MIM 2 Banyuurip Olah Limbah Kulit Kerang Jadi Paving Block

“Dengan target remaja putra dan putri, Pashmina melayani empat pos. Yaitu pendaftaran, di mana peserta mengisi daftar hadir. Mereka menuliskan nama, umur, alamat, dan tanda tangan,” ujar Evi dengan senyum sumringah di sela-sela kesibukannya memantau jalannya kegiatan.

PCNA Wringinanom bersama PCA Wringinanom mengadakan cek kesehatan gratis usai Kajian Ahad Pagi. Di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik, program ini implementasi rencana tindak lanjut dari program Pashmina untuk remaja.
Kader Pashmina PCNA Wringinanom bertugas usai Kajian Ahad Pagi. (Tagar.co/Heri Siswanto)

Empat Pos Layanan

Berikutnya, Pos Edukasi. Pos ini memfasilitasi materi tentang perilaku hidup sehat pada remaja. Meliputi makan seimbang, aktif bergerak, cukup istirahat, hindari kebiasaan buruk, kebersihan diri, dan hubungan sosial. Materi ini tersampaikan oleh Karunia Chandra Inawahyuninggusti, S.Pd.

Menggunakan proyektor, Wahyu menyampaikan edukasi kepada 25 peserta yang berada di ruang kelas Abu Bakar Assidiq.

Selanjutnya, ada Pos Kesehatan. Di sini, peserta dapat mengecek IMT-nya. IMT ialah indeks massa tubuh. Meliputi cek tinggi dan berat badan. Adapun cek Hemoglobin dan gula darah langsung tertangani oleh sang ketua yang akrab dengan sapaan Yunda Evi.

Evi yang sehari-hari bertugas di Laboratorium Puskesmas Kesamben Kulon, Wringinanom, ini menyatakan, hanya satu remaja yang terdeteksi memiliki kadar hemoglobin rendah yaitu 10,4g/dl.

Baca Juga:  MTsM 4 Bulubrangsi Hidupkan Tradisi Literasi lewat Antologi Siswa

“Setelah pengecekan remaja tersebut, saya beri edukasi lagi bagaimana cara menormalkan kadar Hb. Yaitu dengan banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan ikan-ikanan atau daging,” jelasnya.

Selain itu, ada Pos Gizi. Di pos ini ada pemberian makanan bergizi berupa kue dan air minum. Yang bertugas di pos tersebut ada Mar’atus Sholihah, S.Pd. Ia juga bertugas dengan teman-teman Nasyiah lainnya.

Terhadap acara yang berlangsung pasca Kajian Ahad pagi ini, Evi berharap, dapat berkesinambungan dan rutin terlaksana. Ini guna memberikan pelayanan gratis pada remaja.

“Karena selama ini di daerah kita, hanya terdapat posyandu balita dan lansia. Untuk remaja belum terpenuhi. Padahal remaja adalah anak bangsa, penerus perjuangan,” ungkapnya. (#).

Jurnalis Kusmiani Penyunting Sayyidah Nuriyah