Feature

Murid SD Mugres Sampaikan Kultum Zuhur Berbahasa Inggris, Ingatkan Pentingnya Kelola Waktu

56
×

Murid SD Mugres Sampaikan Kultum Zuhur Berbahasa Inggris, Ingatkan Pentingnya Kelola Waktu

Sebarkan artikel ini
Khumairotus Sholichah (di podium), murid kelas VI SD Mugres yang menyampaikan kultum berbahasa Inggris tentang pentingnya mengelola waktu. (Tagar.co/Andi Rahmat Hidayat)

Siswa SD Mugres, Khumairotus Sholichah, berani sampaikan kultum tentang pentingnya kelola waktu dalam bahasa Inggris, di masjid. Ini bagian dari kultum rutin.

Tagar.co – Salah satu murid SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A mengingatkan pentingnya mengelola waktu. Menyampaikan dalam bahasa Inggris membuat nuansa di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik, Rabu siang (17/9/2025), terasa berbeda.

Setelah salat Zuhur berjemaah, anak-anak yang terdiri dari murid kelas V dan VI SD Mugres mendapatkan siraman rohani berupa kultum berbahasa Inggris. Salah satu murid kelas VI KH Azhar Basyir, Khumairotus Sholichah, menyampaikannya.

Program kultum ini agenda rutin bulanan dengan ciri khas berbeda. Yakni penyampaian materi menggunakan bahasa asing, baik Inggris maupun Arab. Kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A. Penceramah mendapat pendampingan dari wali kelas Andi Rahmat Hidayat, S.Pd., dan guru pengampu mata pelajaran bahasa asing.

Dalam kultumnya yang berjudul “The Importance of Time”, Aira–sapaan akrabnya–dengan lantang dan percaya diri mengingatkan teman-temannya tentang betapa berharganya waktu. Ia mengutip ayat dalam surah Al-‘Ashr. Maknanya, manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.

Baca Juga:  Perkedel Bergizi, Ikhtiar Mahasiswa Stikes Maboro Cegah Stunting

Pentingnya Waktu

Aira juga mengutip hadis Rasulullah saw tentang lima hal yang harus mereka manfaatkan sebelum datang lima perkara lain. Yakni masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati.

Karena itulah, dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, ia mengajak teman-temannya untuk tidak menunda pekerjaan, rajin belajar, salat tepat waktu, serta mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat.

Every second that passes will never return. If we spend our time wisely, Allah will bless our lives,” ucap Aira dengan penuh penekanan, membuat para murid yang hadir terdiam menyimak.

Artinya, setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali. Jika kita menggunakan waktu kita dengan bijak, Allah akan memberkahi hidup kita.

As students, sometimes we delay our homework, we spend too much time on our phones, or waste time with things that are not useful. But if we use our time wisely, we can achieve success in this world and in the hereafter,” ungkap Aira.

Artinya, sebagai seorang pelajar, kadang kita menunda pekerjaan rumah, menghabiskan terlalu banyak waktu dengan ponsel, atau membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Padahal, jika kita menggunakan waktu dengan bijak, kita bisa meraih kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Baca Juga:  Guru Spemdalas Belajar Menulis Opini Berasa Sastra

Baca Juga: Bikin Wayang Rangka, Belajar Kreatif ala SD Mugres

Rutin Bulanan

Program kultum berbahasa asing ini memang guru rancang sebulan sekali setelah salat Zuhur berjemaah, di samping kultum berbahasa Indonesia setiap harinya. Menurut Syahriyani, S.Pd., Kepala Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A, tujuan utama program ini melatih keberanian murid dalam berbicara di depan umum sekaligus mengasah keterampilan bahasa asing mereka.

“Dengan program ini, kami harap anak-anak terbiasa menggunakan bahasa Inggris atau Arab, tidak hanya di kelas, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan. Harapannya, mereka mampu menyampaikan pesan Islam secara global, dengan bahasa yang bisa dipahami lebih luas,” jelas Syahriyani.

Dari sisi teknis, Syahriyani menilai Aira sudah tampil cukup baik. Meskipun sesekali masih tampak gugup, namun artikulasi dan intonasinya jelas. “Yang paling penting, ia berani dan bisa menyampaikan isi dengan runtut. Ini modal besar untuk membangun rasa percaya diri,” tambahnya.

Para murid yang hadir tampak antusias mendengarkan. Beberapa bahkan menirukan kosakata bahasa Inggris yang Aira ucapkan. Secara spontan, para murid memberi apresiasi tepuk tangan untuk Aira usai berkultum. (#)

Baca Juga:  Ketika Lautan Ekspresi Siswa Mudabo Menggema di Gedung Serba Guna

Liputan Abizar Purnama Penyunting Sayyidah Nuriyah